Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia (RI) melantik Rocky Gerung hingga Sinta Nuriyah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Melansir Antara, prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pembacaan Keppres, Presiden Prabowo memandu pengucapan sumpah jabatan para anggota Wantimpres.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan seluruhnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” bunyi sumpah yang dipandu Prabowo dan diikuti para pejabat yang dilantik.
Dalam susunan Wantimpres yang baru, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota. Pratikno sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Hatta Rajasa ditetapkan sebagai Wakil Ketua merangkap anggota. Ia merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Muhammad Qodari ditetapkan sebagai Sekretaris merangkap anggota. Sebelumnya, Qodari menjabat Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Sementara anggota Watimpres, ada Rocky Gerung yang merupakan pengamat politik, akademikus, filsuf, dan intelektual publik Indonesia.
Kemudian, terdapat nama Sinta Nuriyah yang juga istri Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Presiden ke-4 RI merupakan tokoh perempuan dan pejuang kemanusiaan yang aktif dalam pembelaan perempuan serta dialog lintas iman.
Dalam daftar anggota juga ada M. Quraish Shihab yang merupakan ulama dan cendekiawan Al-Qur’an. Dia pernah menjabat Menteri Agama pada 1998 serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir.
Setelah pengucapan sumpah, para anggota Wantimpres satu per satu menandatangani berita acara pelantikan yang kemudian diikuti oleh Presiden Prabowo.
Anggota Wantimpres lainnya yakni Agum Gumelar mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan, Chairul Tanjung pengusaha dan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, KH Said Aqil Siradj mantan Ketua Umum PBNU, KH Anwar Iskandar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, serta KH Yahya Cholil Staquf mantan Ketua Umum PBNU.
Selanjutnya, Jusuf Wanandi pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Budi Gunawan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Bambang Soesatyo mantan Ketua MPR RI, Salim Segaf Al Jufri mantan Menteri Sosial, Soekarwo mantan Gubernur Jawa Timur, Dato Sri Tahir dan pengusaha.
Kemudian Philip Kuncoro Wijaya mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Ida Bagus Purwalaksana; pemimpin Persatuan Umat Budha Indonesia, Budi Tanuwibowo tokoh agama Khonghucu, Anwar Usman mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mohammad Hatta mantan Duta Besar RI untuk Thailand, Jusuf Hamka pengusaha nasional, Margarito pakar hukum tata negara, Jacky Manuputty Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Ignasius Jonan serta mantan Menteri Perhubungan.(ant/ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

