Minggu, 22 Februari 2026

RW 9 Lemah Putro Surabaya Dapat Apresiasi Eri Cahyadi, Jadi Percontohan Kampung Pancasila

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sosialisasi terkait pengelolaan data warga miskin untuk penyaluran bantuan tepat sasaran di RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng. Foto: Akira suarasurabaya.net

Sistem pengelolaan dana sosial secara mandiri yang dilakukan di RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, mendapat apresiasi dari Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya.

Dalam catatannya, warga RW 9 Lemah Putro dinilai Eri telah memiliki dana sosial mandiri, yang nantinya akan digunakan untuk membantu warga sakit dan bantuan sekolah, sebesar Rp250.000 per orang.

Hal ini bisa diraih karena RW 9 Lemah Putro memiliki data kemiskinan yang dikelola secara transparan dan semangat gotong royong seperti nilai-nilai Pancasila.

“Saya bangga dengan warga di sini. Data keluarga miskin direkap, mana yang dicover pemerintah kota dan mana yang dibantu melalui swadaya mandiri RW, sehingga bantuan tidak menumpuk dan bisa digunakan bersamaan setiap bulan,” katanya, Minggu (22/2/2026).

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya didampingi Rini Indriyani sang istri, menemui warga RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng. Foto: Akira suarasurabata.net

Dia menegaskan bahwa penetapan warga miskin mulai desil 1-5 harus objektif berdasarkan 39 indikator fisik bangunan dan pendapatan.

Penekanan ini dilakukan karena anggaran pemkot terbatas. Sehingga, harus dibuat skala prioritas. Seperti, bantuan pendidikan yanh difokuskan untuk dua anak per keluarga.

“Fungsinya agar bantuan ini bisa terbagi secara merata, khususnya ke keluarga yang membutuhkan,” tambahnya.

Dalam upaya pemerataan bantuan, Eri juga bersikap tegas bagi warganya yang masih masuk dalam usia produktif dan mampu bekerja tapi tidak mau berusaha.

“Kalau merasa tidak mampu tapi ditawari pekerjaan tidak mau, ya kita akan coret dari daftar bantuan. Kecuali lansia di atas 60 tahun yang tinggal sendiri, itu wajib di-cover penuh oleh pemerintah,” imbuhnya.

Adapun Agung Duponegoro Ketua RW 9 Lemah Putro menambahkan bahwa keberhasilan penerapan Kampung Mandiri, juga dilakukan dengan pemberdayaan ekonomi lewat budidaya lele dan kas Kampung Madani yang dikelola secara swadaya.

“Kami memiliki sistem perlindungan sosial mandiri. Di antaranya bantuan kesehatan sebesar Rp250.000 untuk warga yang sedang sakit (dirawat di Rumah Sakit) dan santunan kematian Rp400.000. Inilah lini ekonomi yang terus kami jalankan di Lemah Putro dengan solidaritas dan gotong royong,” tutupnya.(kir/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 22 Februari 2026
26o
Kurs