Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan menerima hibah satu unit Kapal Induk Guiseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.
Sebelum berlangsungnya penyerahan secara resmi, kapal induk tersebut sekarang sedang dicat ulang supaya warnanya jadi abu-abu sesuai standar Kapal Republik Indonesia (KRI).
Hal itu disampaikan Laksamana Pertama TNI Tunggul Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal).
“Untuk update persiapan saat ini, sedang dilaksanakan pengecatan bangunan maupun lambung kapal agar sesuai standar warna KRI,” ujarnya di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Selain mengecat bagian dalam dan luar kapal, Kadispenal bilang pihaknya juga sedang mengecat nomor lambung kapal.
Informasi yang beredar, kapal induk pertama Indonesia itu akan memakai nomor lambung 100.
Terkait nomor lambung, Kadispenal tidak mengonfirmasi atau membantah. Tapi, dia meminta masyarakat menunggu surat keputusan resminya dari Pemerintah RI.
“Tunggu surat keputusan resmi ya,” tegas Tunggul.
Sebelumnya, Laksamana TNI Muhammad Ali Kepala Staf TNI Angkatan Laut menyebut, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya selepas serah terima.
Selanjutnya, kapal induk itu akan menjalani pembenahan fisik dan perbaikan mesin di PT PAL, bekerja sama dengan Fincantieri perusahaan pembuat kapal yang bermarkas di Italia.
Giuseppe Garibaldi adalah kapal induk dengan dek penerbangan pesawat sayap tetap (fixed wing) yang mulai digunakan Angkatan Laut Italia tahun 1985, dan berhenti beroperasi tanggal 1 Oktober 2024.
Kapal induk itu dilengkapi persenjataan serta landasan pesawat untuk operasional short take-off and vertical landing (STOVL), dan helideck.
Kecepatan maksimum Kapal Guiseppe Garibaldi 30 knots (56 km/jam), dan bisa menempuh jarak 13 ribu km pada kecepatan jelajah sekitar 20 knots.
Kapal dengan bobot mati 14 ribuan ton, panjang lambung 180 meter dan lebar 33 meter itu pernah mengalami modernisasi tahun 2003, dan restrukturisasi besar-besaran tahun 2013.
Rencananya, KRI Sriwijaya yang difokuskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang, bakal ditempatkan di Pangkalan TNI AL di perairan Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.(rid/fia/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

