Kamis, 19 Maret 2026

Sejumlah Warga Muslim Rayakan Idulfitri 1447 H Hari ini

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi. Salat Idulfitri. Foto: Madani

Meski Kementerian Agama (Kemenag) RI masih akan melakukan sidang isbat pada Kamis (19/3/2026) petang nanti, namun ada sejumlah warga muslim di Indonesia yang telah merayakan Idulfitri 1447 H dan menggelar Salat Id pagi tadi.

Penetapan 1 Syawal bagi sejumlah warga muslim itu juga menggunakan metode yang berbeda. Ada yang menggunakan metode hisab Bilangan Lima, mengikuti arahan ustaz, mengikuti kitab, hingga penghitungan yang diwariskan secara turun-temurun.

Melansir Antara, berikut 4 kelompok warga Muslim yang merayakan Idulfitri 1447 H dan menggelar Salat Id hari ini.

1. Jemaah Tarekat Syattariyah di Aceh

Ribuan jemaah tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, telah melangsungkan Salat Id di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur.

Teuku Raja Keumangan Bupati Nagan Raya yang juga cucu kandung Habib Muda Seunagan ulama besar kharismatik Aceh mengatakan, penetapan 1 Syawal bagi pengikut Tarekat Syathariyah didasarkan pada metode Hisab Bilangan Lima.

Jemaah tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, telah melangsungkan Shalat Ied di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur pada Kamis (19/3/2026). Foto: Antara

​”Di Nagan Raya ini sudah biasa, tidak ada masalah karena sudah berlangsung ratusan tahun. Ada yang menggunakan metode rukyah, ada yang hisab. Bahkan di tingkat nasional pun perbedaan sering terjadi,” katanya.

Teuku Raja Keumangan mengatakan penetapan hari raya yang lebih awal ini merupakan bagian dari kekayaan tradisi religius di Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya, yang terus dilestarikan oleh para pengikut ulama-ulama terdahulu hingga saat ini.

2. Jemaah Masjid Al Muhdlor di Tulungagung

Ratusan jemaah Masjid Nur Muhammad Al Muhdlor, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, juga melaksanakan salat Idulfitri 1447 H hari ini, dengan pengamanan aparat kepolisian.

AKP Mochamad Anshori Kapolsek Sumbergempol menyebutkan kegiatan tersebut merupakan satu-satunya pelaksanaan salat Id lebih awal di wilayah Sumbergempol dan terpusat di lingkungan pondok tersebut.

Perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri di wilayah itu tidak memicu gesekan di tengah masyarakat.

Jemaah mengikuti salat Idulfitri di Masjid Nur Muhammad Al Muhdlor, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026). Foto: Antara

Hasan (60) salah seorang peziarah mengatakan, perbedaan tersebut sudah menjadi hal yang biasa dan tetap dijalani dengan saling menghormati.

“Tidak ikut (lebaran awal), kami ikut (ketetapan 1 Syawal) pemerintah saja. Ini yang ikut salat Id memang khusus jamaah gus e (ustaznya),” kata Hasan.

3. Warga Muslim di Sekitar Ponpes Mahfilud Dluror Jember

Sebagian warga Kabupaten Jember dan Bondowoso yang berada di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror Kabupaten Jember juga merayakan Lebaran lebih awal hari ini.

“Metode penentuan 1 Syawal sudah diterapkan sejak dulu oleh kiai sepuh seperti itu,” kata Kiai Hafid Malik yang menjadi Imam Shalat Id di Masjid Slafiyah Syafi’iyah.

Sebagian warga Kabupaten Jember dan Bondowoso yang berada di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror Kabupaten Jember, merayakan Idulfitri 1447 H, Kamis (19/3/2026) hari ini. Foto: Antara

Warga di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror memang menjalankan ibadah puasa lebih dulu pada Selasa (17/2/2026) karena penentuan awal puasa berdasarkan Kitab Salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang diterapkan sejak tahun 1826, sehingga tidak menggunakan metode hisab dan rukyat seperti yang dilaksanakan pemerintah dan Muhammadiyah.

“Semua yang puasa baik semua dan yang tidak puasa kurang bagus. Mudah-mudahan puasa kita semua diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT),” tuturnya.

4. Warga Muslim di Leihitu, Maluku Tengah

Warga Muslim di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, merayakan Lebaran Idulfitri 1447 H hari ini, dengan melaksanakan Shalat Id di Masjid Hasan Soleman.

Warga Muslim di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, merayakan Lebaran Idulfitri 1447 H hari ini, dengan melaksanakan Shalat Id di Masjid Hasan Soleman. Foto: Antara

“Untuk penetapan 1 Ramadhan, kita mulai menghitung dari 1 Muharram 1447 Hijriah. Dan semua itu seirama sampai dengan 1 Syawal hari ini,” kata Abdul Kadir Ollong Imam Masjid Hila.

Perayaan Idulfitri di Hila tahun ini berlangsung lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah. Warga setempat diketahui menjalankan puasa Ramadhan dua hari lebih dulu, karena menggunakan perhitungan penanggalan sendiri yang diwariskan secara turun-temurun.(ant/kir/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 19 Maret 2026
29o
Kurs