Senin, 6 April 2026

Sejumlah Wilayah Jawa Tengah Dilanda Banjir, Seorang Anak Meninggal di Demak

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Posko pengungsian Bencana Banjir di Kabupaten Demak, Minggu (5/4/2026). Foto Humas BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pada periode 4-5 April 2026, sejumlah wilayah di Jawa Tengah mengalami banjir.

Di Kabupaten Demak dilaporkan satu orang yang sebelumnya hilang dalam peristiwa banjir pada Jumat (3/4/2026), telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban merupakan seorang anak perempuan berusia delapan tahun, warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.

Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, kondisi genangan di lima kecamatan terdampak berangsur surut.

“Warga telah kembali ke rumah masing-masing setelah genangan surut. Meski begitu penanganan darurat di wilayah terdampak terus dilakukan. Misalnya penanganan tanggul jebol di Dusun Soloware, Desa Trimulyo dilakukan menggunakan 300 jumbo bag, 400 sesek, serta pancang bambu 50 batang dan glugu 50 batang. Penanganan darurat ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 10 hari,” ungkap Abdul pada keterangan tertulis BNPB, Minggu (5/4/2026).

Secara paralel, penanganan tanggul jebol di Dusun Solondoko, Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo dilaksanakan menggunakan 600 jumbo bag, 600 sesek, serta pancang bambu 90 batang dan glugu 90 batang, dengan target penyelesaian sekitar 14 hari.

Sebelumnya, hujan lebat disertai angin kencang terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada Jumat (3/4/2026) malam. Ini menyebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum di tujuh desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Lokasi terdampak antara lain Desa Gayamprit, Nglinggi, Keputran, Somokaton, Jetis, Demangan, dan Karangtalun.

Sebanyak enam kepala keluarga (KK) terdampak. Satu fasilitas ibadah dan lima unit tempat usaha dilaporkan rusak ringan, enam unit rumah dan tiga tempat usaha rusak sedang, serta dua unit tempat usaha dan satu gazebo rusak berat. Angin kencang ini juga merobohkan sebuah rumpun bambu dan satu papan reklame.

Selain itu di Kabupaten Wonosobo juga sempat terjadi banjir pada Jumat (3/4/2026). Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Semangung serta buruknya sistem drainase saat hujan berintensitas tinggi.

Titik banjir Kabupaten Wonosobo berada di Desa Jogoyitnan, Kelurahan Pagerkukuh, dan Kelurahan Jaraksari di Kecamatan Wonosobo, Desa Sigedang di Kecamatan Kejajar, Desa Blederan di Kecamatan Mojotengah serta Desa Sendangsari di Kecamatan Garung.

“Akibat banjir, 27 KK terdampak. Sebanyak 25 unit rumah terdampak dan dua unit rumah rusak ringan. Banjir juga menyebabkan akses jalan raya Kabupaten Wonosobo menuju Dieng terdampak,” ujarnya.

Hingga Sabtu (4/4/2026), BPBD Kabupaten Wonosobo masih melakukan penanganan di lapangan dengan pembersihan drainase dan material lumpur yang mengendap.(lea/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
32o
Kurs