Kamis, 5 Maret 2026

Senat AS Gagalkan Upaya Demokrat Hentikan Perang di Iran

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Gedung Capitol AS di Washington, D.C., Amerika Serikat (3/7/2025). Foto: Antara

Resolusi kewenangan perang terbaru yang bertujuan mengendalikan perang di Iran, gagal disahkan. Lantaran berdasarkan hasil pemungutan suara Senat Amerika Serikat mayoritas menolak resolusi tersebut, dengan perbandingan suara 53-47.

Partai Demokrat yang mendorong resolusi tersebut, menganggap Donald Trump Presiden mengabaikan Kongres dan memberikan alasan yang berubah-ubah untuk perang tersebut.

Sementara sebagian besar anggota dari Partai Republik memblokir resolusi tersebut. Namun melansir BBC, beberapa anggota menyatakan mereka dapat berubah haluan, saat perang meluas dalam beberapa minggu mendatang.

Meski begitu tercatat ada dua senator dari Partai Demokrat dan Partai Republik yang tidak sejalan dengan partainya. Yaitu John Fetterman Senator Demokrat dari Pennsylvania menentang resolusi, sedangkan Rand Paul Senator Republik dari Kentucky memilih mendukungnya.

Selain kedua senator tersebut, semua anggota memilih sesuai garis partainya.

Susan Collins Senator yang menolak pengesahan berpendapat, memberi persetujuan sama dengan memberikan sinyal yang salah kepada Iran dan pasukan AS.

“Pada saat ini, memberikan dukungan tanpa syarat kepada anggota layanan kami sangat penting, begitu pula konsultasi berkelanjutan antara pemerintah dengan Kongres,” katanya.

Sedangkan Chuck Schumer Pemimpin Partai Demokrat di Senat mengatakan, presiden memang memiliki kewenangan luas untuk melancarkan aksi militer tanpa deklarasi perang resmi, namun Kongres AS tetap harus diberi tahu dalam waktu 48 jam setelah serangan dimulai.

“Apakah Anda berdiri bersama rakyat Amerika yang lelah dengan perang yang tak berkesudahan di Timur Tengah, atau berdiri bersama Donald Trump dan Pete Hegseth saat mereka dengan ceroboh menyeret kita ke dalam perang lain?” ujarnya.

Sementara Marco Rubio Menteri Luar Negeri membantah tuduhan tersebut dan menyebut Trump sudah mematuhi persyaratan tersebut. Kata dia, pemimpin kongres tingkat atas telah diberi tahu sebelum serangan awal dimulai.(lea/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 5 Maret 2026
32o
Kurs