Pemerintah Kota Surabaya masih membahas desain hingga pengadaan seragam batik dan olahraga yang disamakan untuk tingkat SD dan SMP negeri.
Febrina Kusumawati Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya saat mengudara di Program Wawasan Polling Radio Suara Surabaya Kamis (24/9/2026) menyebut, rencana itu masih proses pembahasan dengan banyak dinas terkait.
“Baru nanti akan lakukan proses pengadaan. Pengadaan di pemkot secara basic (dasar) ada ketentuan. Ada tahapan quality control akan melibatkan pakar, APH (apparat penegak hukum) saat sebelum pengadaan barang jasa,” paparnya.
Ia memastikan monitoring dilakukan banyak pihak secara terbuka, sehingga tidak ada celah korupsi dalam proses pengadaan seragam nanti.
Filosofi penyamaan seragam untuk siswa SD dan SMP negeri itu katanya untuk menghapus penanda warga mampu dan tidak mampu di dunia pendidikan.
“Semua masukan kami catat dan timbang lagi dengan filosofi besar tadi,” ungkapnya lagi.
Soal motif batik yang akan dipakai, proses pengadaan, hingga pelibatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih dalam konsolidasi.
“Kami masih konsolidasi full mekanismenya bagaimana. Karena selama ini (kami) hanya (pengadaan) untuk masyarakat tidak mampu, yang mampu menyediakan sendiri,” tambahnya.
“Hari ini masih konsolidasi full. Konsep besar seperti itu, tapi pengadaan, UMKM, penjahit gimana itu masih harus dibahas untuk rencana itu,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, wacana penyamaan seragam itu muncul setelah Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengumumkan aduan wali murid soal harga seragam batik di sekolah mahal.
“Ada jual seragam yang harganya lebih mahal, Rp115.000. Di luar harganya itu Rp80.000. Ada yang Rp90.000 paling mahal,” katanya dikutip Rabu (23/9/2026).
“Maka, saya berharapnya seragamnya nanti sama semua, terus ada tulisannya capnya berbeda-beda,” imbuhnya. (lta/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

