Sabtu, 7 Maret 2026

Serangan Israel di Lebanon: 123 Orang Meninggal dan 100 Ribu Warga Mengungsi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kepulan asap di kawasan distrik Dahieh, Beirut, Lebanon setelah diserang oleh Israel, Rabu (4/3/2026). Foto: Anadolu

Sekitar 100.000 warga di Lebanon dilaporkan mengungsi akibat meningkatnya agresi militer Israel. Seorang pejabat United Nations (PBB) pada Sabtu (7/3/2026) menyatakan, angka tersebut berpotensi terus meningkat menyusul peringatan evakuasi skala besar yang dikeluarkan oleh militer Israel di berbagai wilayah Lebanon.

Pasukan Israel dilaporkan mendesak warga untuk meninggalkan sejumlah kawasan luas di negara tersebut. Seruan evakuasi tersebut memicu kepanikan di berbagai daerah dan menyebabkan ribuan warga mencari tempat perlindungan darurat.

Imran Riza Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon mengatakan, situasi yang terjadi dalam dua hari terakhir tergolong belum pernah terjadi sebelumnya, baik dari sisi luasnya wilayah yang mendapat peringatan evakuasi maupun dampak kepanikan yang dirasakan masyarakat.

“Situasi dalam dua hari terakhir belum pernah terjadi sebelumnya, baik dari skala peringatan maupun perintah evakuasi yang dikeluarkan. Kepanikan terasa di seluruh negeri,” ujar Riza dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, saat ini puluhan ribu warga yang mengungsi telah menempati ratusan tempat penampungan sementara di berbagai wilayah Lebanon.

“Sejauh ini sekitar 100.000 orang berada di sekitar 477 penampungan bersama. Sementara sekitar 57 penampungan masih memiliki sisa ruang, namun kapasitasnya dengan cepat terisi,” katanya.

Menurut Riza, kepanikan dan kebingungan melanda warga setelah munculnya peringatan evakuasi dari militer Israel. Banyak keluarga dilaporkan meninggalkan rumah mereka tanpa tujuan yang jelas.

“Warga berhamburan ke berbagai tempat tanpa tujuan pasti, dan saya yakin jumlah pengungsi akan terus bertambah,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi di sebuah penampungan di Beirut, di mana jumlah keluarga yang mencari perlindungan meningkat tajam dalam waktu singkat.

“Di salah satu penampungan di Beirut, jumlah keluarga meningkat dari 90 menjadi 150 hanya dalam satu hari,” kata Riza.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 123 orang meninggal dan 683 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.

Riza juga menyebut sejumlah tenaga kesehatan termasuk di antara korban tewas dan terluka. Ia menegaskan pentingnya semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati prinsip-prinsip Hukum Humaniter Internasional. (ant/vve/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 7 Maret 2026
25o
Kurs