Andi Sultan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar mendapat informasi bahwa sejumlah warga melihat adanya serpihan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
“Pada pukul 16.00 WITA lewat tadi, kami menerima informasi ada serpihan di Gunung Bulusaraung. Saat ini, tim kami sedang menuju ke lokasi tersebut,” katanya, saat on air di Radio Suara Surabaya, Sabtu (17/1/2026).
Andi mengatakan telah memberangkatkan tim SAR Gabungan yang terdiri dari, TNI/Polri, BPBD, Damkar, dan pemerintah setempat untuk melakukan pencarian di titik terakhir pesawat tersebut terjatuh.
Dia menambahkan, menerima informasi dari AirNav terkait pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak, sekitar pukul 12.00 WITA lewat.
“Pada waktu itu, memang pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Namun infonya distress setelah tiga jam. Kemudian kami mengerahkan tim untuk melakukan pencarian,” ungkapnya.
Berdasar informasi yang diterima suarasurabaya.net, pesawat ATR jurusan Yogyakarta-Makassar itu digunakan untuk patroli. Saat terbang, pesawat itu membawa 11 orang yang tercatat dalam manifest.
Di antaranya, delapan kru pesawat dan tiga penumpang. Berikut data lengkapnya:
* Kru Penerbangan (8 orang)
1. Kapten Andy Dahananto (pilot)
2. First Officer Yudha Mahardika
3. Sukardi
4. Hariadi
5. Franky D. Tanamal
6. Junaidi
7. Florencia Lolita (Awak Kabin)
8. Esther Aprilita S. (Awak Kabin)
* Penumpang (3 orang)
1. Deden
2. Ferry
3. Yoga.(kir/faz)






