Subandi mengatakan, para santri yang mengalami keluhan telah diarahkan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah Magrib. Penanganan dilakukan di tiga rumah sakit dan sejumlah puskesmas terdekat.
Ketiga rumah sakit yang dimaksud Subandi adalah RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.
“Tadi kami sudah tangani semuanya. Habis Magrib sudah kami arahkan ke tiga rumah sakit, RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Siti Hajar, dan Delta Surya, dan lainnya ke Puskesmas terdekat. Alhamdulillah sudah tertangani dengan baik,” kata Subandi saat on air di Radio Suara Surabaya, Selasa malam.

Menurut Subandi, seluruh santri yang mengalami keluhan kini sudah berada di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Tadi mulai habis Magrib, hari ini sudah full masuk faskes semua. Tidak ada yang di pondok. Tinggal menunggu pemulihan saja,” ujarnya.
Subandi juga memastikan para santri telah mendapatkan penanganan dengan baik di fasilitas kesehatan masing-masing.
“(Korban) sudah masuk RS semuanya dan sudah tertangani dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, lebih dari 100 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
KH Abdul Wahid Harun Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam mengatakan, para santri mulai mengalami mual dan muntah beberapa jam setelah menyantap makanan MBG.
“Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” kata Abdul Wahid.
Jumlah santri yang mengalami keluhan kemudian terus bertambah hingga diperkirakan lebih dari 100 orang dari total sekitar 1.000 santri. Para santri yang terdampak merupakan siswa tingkat SMP dan SMA atau sederajat MTs dan MA.
Selain memastikan penanganan korban, Pemkab Sidoarjo berencana memeriksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG ke pesantren tersebut.(saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

