Jenderal Pol Suyudi Ario Seto Kapolri mengungkap dirinya baru mendapat informasi mengenai pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Kapolri, pada Kamis (1/10/2026) pagi.
“Kalau itu kami baru mendapatkan informasi tadi pagi, sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan fit and proper test atau uji kelayakan,” kata Suyudi seusai dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Meski waktu persiapannya terbatas, Suyudi mengatakan langsung mematangkan sejumlah konsep yang sebelumnya telah ia siapkan sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI.
“Kami sudah punya konsep-konsep. Tentunya tadi dengan waktu yang terbatas kami matangkan kembali,” ujarnya.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan itu, Suyudi membawa gagasan kepemimpinan yang antara lain menekankan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta pendekatan “Polisi Bersama Masyarakat”.
“Sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat, dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka harkamtibmas,” ujarnya.
Setelah menjalani proses di DPR, Suyudi kemudian dilantik menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sore harinya.
Suyudi mengatakan langkah awal yang akan dilakukannya sebagai Kapolri adalah melakukan konsolidasi internal serta mengevaluasi program yang telah berjalan.
“Kita akan melihat, kita akan mencoba belajar masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting menjadi prioritas,” katanya.
Menurutnya, kebijakan yang dinilai masih baik akan dilanjutkan, sedangkan bagian yang membutuhkan perbaikan akan dibenahi dengan mengacu pada strategi jangka pendek, menengah, dan panjang Polri. (bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

