Jumat, 27 Februari 2026

Tak Perlu Khawatir, Donor Darah Saat Puasa Tetap Aman dan Sehat

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Caption: Proses pengecekan golongan darah dan kadar hemoglobin (Hb), donor darah dari PMI di acara JConnect Ramadan Vaganza 2026, di Balai Kota Surabaya, Jumat (27/2/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Adinda Rizka, dokter dari Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya mengajak masyarakat menodonorkan darahnya di acara JConnect Ramadan Vaganza 2026 di Balai Kota Surabaya.

Adinda juga meminta masyarakat tidak takut mendonorkan darahnya saat berpuasa. Lantaran donor darah saat berpuasa aman dan tetap bermanfaat bagi kesehatan. Petugas juga memastikan kondisi pendonor terlebih dahulu.

“Beberapa stigma orang-orang ketika donor di bulan puasa itu, nantinya akan lemas atau mungkin jadi pingsan atau apa, sebenarnya tidak juga. Yang diambil itu hanya beberapa persen dari total darah keseluruhan,” ungkap Adinda saat ditemui di sela-sela JConnect Ramadan Vaganza 2026, di Balai Kota Surabaya, Jumat (26/2/2026).

Donor darah di JConnect Ramadan Vaganza 2026 dimulai kemarin sampai Sabtu (28/2/2026), mulai pukul 15.00 sampai pukul 19.00 WIB.

Dokter menyarankan, masyarakat yang hendak melakukan donor darah ketika berpuasa, untuk mencukupi kebutuhan asupan saat sahur, dan istirahat cukup.

“Mungkin akan jadi lemas tapi bisa diatasi dengan istirahat. istirahat sebentar saja bisa,” ujarnya.

Setelah pengambilan darah sekitar 10 menit, pendonor akan diberikan suplemen penambah darah, snack, susu dan kaos. Suplemen penambah darah dianjurkan diminum setelah berbuka puasa untuk mengganti darah yang sebelumnya diambil.

Sebelum menjalankan pendoroan darah, masyarakat akan dicek tensi, golongan darah, dan kadar hemoglobin (Hb). Kadar hemoglobin pendonor harus dikisaran 12,5 g/dL hingga 17,0 g/dL. Jika di bawah angka tersebut akan ditolak karena berisiko anemia.

Darah yang sudah dikumpulkan, juga akan dilakukan pemeriksaan keamanan, khususnya terkait potensi infeksi menular. Seperti HIV, Hepatitis B (HBsAg), Hepatitis C (Anti-HCV), Sifilis, dan Malaria. Jika terdeteksi virus atau bakteri, pendonor akan diberi tahu dan darah yang sudah diambil tidak akan digunakan.

Suasana donor darah di acara JConnect Ramadan Vaganza 2026, di Balai Kota Surabaya, Jumat (27/2/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Manfaat Rutin Donor Darah

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Mendonorkan darah secara teratur dapat membantu memperlancar peredaran darah dan mencegah penyumbatan arteri, sehingga mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

2. Deteksi Dini Masalah Kesehatan

Sebelum mendonorkan darah, pendonor harus menjalani pemeriksaan kesehatan yang dapat mendeteksi penyakit serius seperti HIV, hepatitis, dan malaria.

3. Merangsang Produksi Sel Darah Baru

Setelah mendonorkan darah, tubuh akan merangsang sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel darah merah baru, yang membantu menjaga kesehatan darah.

4. Mengurangi Risiko Penyakit Serius

Dengan mengurangi kadar zat besi dalam darah, donor darah dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

5. Menurunkan Kolesterol

Donor darah membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, yang baik untuk kesehatan jantung.

6. Mendukung Kesehatan Mental

Melakukan tindakan altruistik seperti donor darah dapat meningkatkan rasa percaya diri, kepuasan, dan mengurangi stres.

7. Peningkatan Kapasitas Organ Paru-paru dan Ginjal

Donor darah dapat merangsang organ-organ tersebut untuk bekerja lebih efisien.

8. Menurunkan Kelebihan Zat Besi

Kelebihan zat besi dalam tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan. Donor darah membantu menjaga kadar zat besi tetap normal.

9. Menambah Nafsu Makan

Beberapa orang melaporkan peningkatan nafsu makan setelah mendonorkan darah, yang dapat membantu dalam pemulihan kesehatan.

10. Meningkatkan Kualitas Tidur

Beberapa orang melaporkan peningkatan kualitas tidur setelah donor darah.

11. Membantu Penurunan Berat Badan

Selain membakar kalori, donor darah juga dapat membantu dalam program penurunan berat badan dengan cara yang sehat.

12. Meningkatkan Kesadaran Kesehatan

Proses donor darah yang melibatkan pemeriksaan kesehatan rutin dapat meningkatkan kesadaran individu terhadap kondisi kesehatannya sendiri.

13. Mengurangi Risiko Penyakit Pembuluh Darah

Dengan menurunkan kekentalan darah, donor darah dapat mengurangi risiko penyakit pembuluh darah seperti varises.

14. Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengurangi kadar zat besi dalam darah dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer.(lea/ris/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 27 Februari 2026
30o
Kurs