Selasa, 10 Februari 2026

Tiga Anak Berstatus Stateless dari PMI Asal Gresik Berhasil Dipulangkan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik (tengah) saat memulangkan tiga anak PMI berstatus stateless di Terminal 2 Bandara Juanda, Senin (9/2/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pemerintah Kabupaten Gresik memulangkan tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, yang sebelumnya berstatus stateless atau tidak berkewarganegaraan.

Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik mengawal langsung pemulangan ketiga anak asal Gresik tersebut. Pantauan suarasurabaya.net, rombongan bupati serta anak-anak baru tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Senin (9/2/2026) malam, sekitar pukul 19.18 WIB.

Ketiga anak tersebut, langsung disambut oleh keluarganya dari Gresik yang sudah menunggu di Juanda setelah berpisah beberapa tahun.

Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik menjelaskan, pemulangan ketiga anak tersebut merupakan bentuk pelayanan publik dalam memberikan perlindungan terhadap anak pekerja migran.

“Kami melihat bahwasanya masyarakat kami ini sebagai pekerja migran Indonesia. Pemerintah daerah hadir, melakukan pelayanan publik salah satunya adalah memberikan perlindungan anak pekerja migran tersebut,” ujar Gus Yani di Bandara Juanda.

Gus Yani menjelaskan, anak berstatus stateless ini berasal dari kedua orangtua yang sama-sama pekerja migran dan menikah secara sah berdasarkan agama. Namun tidak tercatat secara kependudukan.

Sehingga ketika anak mereka lahir, otomatis tidak tercatat dalam kewarganegaraan sampai usia mereka 18 tahun. Hal tersebut membuat anak-anak PMI di negara setempat tidak mendapat fasilitas publik seperti layanan kesehatan, sekolah formal, dan lainnya.

Karena hal tersebut, Gus Yani bersama KBRI Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia membuat MoU untuk memulangkan anak-anak PMI dengan status stateless.

“Kalau dibiarkan di sana ketika dia usia 18 dia boleh memilih status kewarganegaraan antara Indonesia atau Malaysia Tapi dia melewati dari usia 0 sampai 18 nya dia tidak pernah sekolah, maka dia tidak punya pekerjaan yang layak,” jelasnya.

Bupati Gresik itu memastikan bahwa anak-anak yang telah dipulangkan malam ini akan segera diurus status kependudukannya dan diberi layanan fasilitas pendidikan yang dijamin oleh pemkab.

Ketiga anak tersebut, yang pertama dua bersaudara inisial A (perempuan) dan I (laki-laki). Keduanya adalah saudara kandung dan ayahnya bekerja di Malaysia sementara ibunya di Gresik. Kemudian laki-laki inisial H yang ayahnya masih bekerja di Malaysia. Mereka merupakan anak di bawah umur dan keluarganya berasal dari Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Gus Yani menyatakan, proses pemulangan anak stateless PMI ini masih panjang dan sementara masih ada sekitar 30 anak dari Gresik yang baru terdata dan akan proses pemulangan.

“Ini masih panjang karena ini masih awal. Di sana mungkin masih banyak. Tinggal nunggu proses selanjutnya. Kami terus berkomunikasi dengan KBRI yang ada di Malaysia, Kuala Lumpur,” pungkasnya.(wld/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 10 Februari 2026
26o
Kurs