Senin, 6 April 2026

Tiga Korban Ledakan PT GWS Sidoarjo Dilarikan ke RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Suasana di depan RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra, ketiga korban ledakan PT GWS Sidoarjo dilarikan ke sini, Senin (6/4/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Ledakan di PT Great Wall Stell (GWS) pabrik baja di Sidoarjo menelan satu korban jiwa dan dua korban luka-luka pada, Senin (6/4/2026) sore.

Usai peristiwa nahas itu, ketiga korban dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Pondok Tjandra.

Salah satu staff rumah sakit waktu temui membenarkan bahwa ketiga korban ledakan dilarikan ke RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra.

Informasi dari staff tersebut, para korban diantar langsung oleh security PT GWS. Dan sampai sekarang penanganan masih dilakukan.

“Benar korban dibawa ke sini,” kata seorang staff rumah sakit.

Namun kata dia, pihak rumah sakit belum bisa memberikan konfirmasi terkait dengan penanganan dan bagaimana kondisi para korban saat ini.

Informasi terkait korban ini, disampaikan Kombes Pol Christian Tobing Kapolresta Sidoarjo.

Dia menyebut, dua korban luka itu inisial P dan K yang sedang melakukan pemotongan besi tua menggunakan las blender di PT GWS. Selain itu, satu korban lain inisial R terkonfirmasi meninggal dunia.

“Pada saat pemotongan besi tua menggunakan las blender terjadi ledakan dari besi. Kemudian satu korban juga atas nama inisial R terkonfirmasi meninggal dunia,” ungkapnya dikonfirmasi awak media.

Tobing menyatakan pihaknya bersama Tim Jibom Polda Jatim tengah melakukan olah TKP untuk menyelidiki peristiwa ini.

Di sisi lain, PT Great Wall Steel Sidoarjo memastikan pemotongan besi tua yang menyebabkan ledakan sore tadi sudah sesuai standar.

Heri Prasetyo HRD General Affair PT GWS bilang, sesuai standar operasional prosedur, pemotongan besi tua dengan dimensi tertentu dilakukan di lapangan terbuka untuk mengantisipasi zat-zat kimia campuran besi yang akan dipotong dan dilebur itu.

Semua karyawan juga menggunakan safety sesuai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Namun satu korban yang meninggal dunia, adalah kenek kendaraan yang sedang beristirahat sekitar 100 meter dari lokasi karena terkena serpihan.

“Meninggal dunia ketika dalam perjalanan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Untuk memastikan penyebab besi tua meledak saat dipotong, pihak perusahaan menunggu hasil laboratorium usai olah TKP Tim Gegana Polda Jatim.(wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
26o
Kurs