Sabtu, 7 Maret 2026

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,4 Ton Sianida dari Filipina

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Laksma TNI Tony Herdijanto Wakil Komandan Kodaeral VIII saat memeriksa barang bukti sianida ilegal di Markas Kodaeral VIII, Sulawesi Utara, Kamis (5/3/2026). Foto: Dispen TNI AL

Personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 1,4 ton bahan kimia berbahaya jenis sianida yang diduga berasal dari Filipina. Barang tersebut hendak masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry ASDP Bitung, Sulawesi Utara.

Dalam siaran pers resmi yang dilansir Antara, Sabtu (7/3/2026), dijelaskan bahwa penindakan dilakukan oleh Tim Quick Response 8 Satuan Patroli Kodaeral VIII bersama Satgas Intelmar Kerapu-8.26 serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Sulawesi Utara pada Rabu (4/3/2026).

Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto Wakil Komandan Kodaeral VIII mengatakan penangkapan bermula saat petugas memeriksa kendaraan yang turun dari KMP Labuhan Haji dengan rute Kepulauan Talaud–Bitung ketika sandar di Pelabuhan Ferry ASDP Bitung.

“Dalam pemeriksaan terhadap sebuah truk ekspedisi berwarna hijau, petugas menemukan muatan bahan kimia berbahaya jenis sianida yang dikemas dalam 29 karung,” kata Tony.

Menurut dia, temuan tersebut mencurigakan karena pengiriman sianida seharusnya melalui prosedur khusus, termasuk menggunakan kapal pengangkut khusus.

“Muatan tersebut juga tidak dilengkapi dokumen resmi sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran maupun para penumpang kapal,” jelasnya.

Dari pemeriksaan lebih lanjut, diketahui setiap karung memiliki berat sekitar 50 kilogram sehingga total muatan mencapai sekitar 1.450 kilogram atau 1,4 ton.

“Berdasarkan informasi awal, barang ilegal tersebut diduga berasal dari Filipina yang masuk melalui Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, sebelum diselundupkan menuju Bitung menggunakan truk ekspedisi yang menumpang kapal feri penumpang,” tambahnya.

Seluruh barang bukti sianida tersebut kemudian diamankan di markas Kodaeral VIII untuk proses hukum lebih lanjut.

Tony menegaskan keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia dari berbagai upaya penyelundupan barang ilegal.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 7 Maret 2026
31o
Kurs