Jumat, 3 April 2026

Trump Ancam Hancurkan Lebih Banyak Infrastruktur di Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Donald Trump Presiden AS setelah menyampaikan pidato kepada publik Amerika tentang perang Iran di Gedung Putih pada Rabu (1/4/2026). Foto: Reuters

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) kembali melontarkan pernyataan keras terkait eskalasi konflik dengan Iran. Ia menegaskan bahwa militer AS belum sepenuhnya mengerahkan kekuatan untuk menghancurkan infrastruktur strategis di negara tersebut.

“Militer kami bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu pembangkit listrik,” tulis Trump melalui media sosial, Kamis (2/4/2026) malam waktu setempat.

Pernyataan itu muncul di tengah konflik yang telah berlangsung hampir lima pekan sejak dimulai dengan serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran. Ketegangan yang terus meningkat kini berdampak luas, mulai dari stabilitas kawasan hingga pasar keuangan global.

Trump juga menekan kepemimpinan Iran agar segera mengambil langkah dalam merespons situasi tersebut.

“Kepemimpinan Iran tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan dengan cepat,” tegasnya.

Di sisi lain, upaya diplomasi melalui jalur perantara masih berlangsung, meski belum menunjukkan kemajuan signifikan. Sejumlah negara turut berupaya mencari solusi guna memastikan kembali kelancaran distribusi energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Sebelumnya, Trump juga mengunggah video yang memperlihatkan serangan terhadap jembatan B1 yang menghubungkan Teheran dengan wilayah Karaj di barat laut Iran. Infrastruktur tersebut diketahui masih dalam tahap pembangunan dan direncanakan mulai beroperasi tahun ini.

Media pemerintah Iran melaporkan, serangan itu menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan 95 lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi hal tersebut, Abbas Araqchi Menteri Luar Negeri Iran mengecam keras tindakan militer AS yang dinilai menyasar fasilitas sipil.

“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa warga Iran untuk menyerah,” ujar Araqchi dalam pernyataan resminya.

Di tengah eskalasi konflik, citra satelit juga menunjukkan kepulan asap dari area pelabuhan di Pulau Qeshm, wilayah strategis Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz. Insiden tersebut semakin memperkuat kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi global. (saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 3 April 2026
31o
Kurs