Selasa, 7 April 2026

Trump Ancam Penjarakan Jurnalis Terkait Laporan Penyelamatan Pilot AS di Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Donald Trump Presiden Amerika Serikat ketika memberikan keterangan terkait serangan AS di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Foto: Gedung Putih

Donald Trump Amerika Serikat mengancam akan menuntut hingga memenjarakan jurnalis yang pertama kali memberitakan operasi penyelamatan awak pesawat militer AS di Iran.

Pernyataan yang disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih itu dinilai sebagai peningkatan tekanan pemerintah terhadap kebebasan pers.

Melansir dari kantor berita Reuters, insiden ini bermula setelah sebuah jet tempur AS ditembak jatuh di wilayah Iran pada Jumat (3/4/2026) lalu.

Sejumlah media kemudian melaporkan bahwa satu dari dua awak pesawat berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat AS.

Trump menilai bahwa pengungkapan informasi tersebut berpotensi membahayakan operasi penyelamatan awak kedua, meskipun pada akhirnya keduanya berhasil diselamatkan.

“Kami tidak membicarakan yang pertama selama satu jam. Lalu seseorang membocorkan sesuatu, yang, semoga kami dapat menemukan pembocornya. Kami sedang berusaha keras untuk menemukan pembocor itu,” kata Trump pada Senin (6/4/2026) waktu setempat.

Ia bahkan mengancam akan memenjarakan mereka jika menolak memberikan sumber tersebut.

“Kami akan mendatangi perusahaan media yang menyebarkannya, dan kami akan mengatakan, ‘Keamanan nasional, serahkan atau masuk penjara.’”

BACA JUGA: Trump Sebut Bisa Hancurkan Iran Secepatnya

Presiden AS itu tidak menyebutkan secara rinci media atau jurnalis yang dimaksud. Namun, beberapa media internasional diketahui turut memberitakan penyelamatan awak pesawat tersebut dalam waktu singkat.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga disebut mengeluhkan kepada para pejabatnya terkait pemberitaan media mengenai perang AS-Israel melawan Iran yang dianggap terlalu negatif. Ia bersama sekutunya bahkan secara terbuka mengkritik sejumlah organisasi media.

Pihak Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan ketika ditanya terkait jurnalis yang menjadi sasaran pernyataan tersebut.

Sementara itu, Brendan Carr Ketua Federal Communications Commission (FCC) sebelumnya juga menyampaikan bahwa penyiar yang menayangkan “berita palsu” perlu segera melakukan perbaikan sebelum proses perpanjangan lisensi.

Pernyataan itu disertai unggahan yang mengutip pernyataan Trump di Truth Social yang menyebut bahwa media yang tidak bermoral justru menginginkan Amerika Serikat kalah dalam perang. (ily/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
27o
Kurs