Selasa, 20 Januari 2026

Trump Ancam Tarif 200 Persen untuk Produk Prancis Jika Macron Tolak Dewan Gaza

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Emmanuel Macron Presiden Prancis bertemu dengan Donald Trump Presiden AS di Gedung Putih pada 24 Februari 2025. Foto: Reuters

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) melontarkan ancaman tarif tinggi terhadap produk Prancis menyusul kabar penolakan Emmanuel Macron Presiden Prancis untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Trump menyebut tarif tersebut bisa mencapai ratusan persen jika Macron benar-benar menolak bergabung dalam badan yang diinisiasi Washington untuk mengakhiri konflik di Gaza.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat konferensi pers usai menghadiri kompetisi olahraga perguruan tinggi di Miami, Florida pada Senin (19/1/2026) waktu setempat.

Awalnya, Trump meragukan laporan yang menyebut Macron menolak undangannya.

“Apakah benar ia berkata demikian?” ujar Trump ketika dimintai tanggapan soal laporan tersebut, dilansir dari Antara.

BACA JUGA: Menantu Trump Masuk Jajaran Dewan Perdamaian Gaza

Trump kemudian melontarkan komentar bernada sinis terkait posisi politik Macron. “Namun, tidak ada yang menginginkan dia juga, karena dia akan mengakhiri masa jabatannya dalam waktu dekat,” kata Presiden AS.

Meski begitu, Trump menegaskan ancaman tarif hanya akan diberlakukan jika penolakan itu terbukti benar. Ia bahkan menyebut kemungkinan mengenakan tarif hingga 200 persen terhadap produk anggur dan sampanye asal Prancis.

“Jika itu benar, mungkin saya akan menetapkan tarif 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis, dan dia akan bergabung,” ucap Trump.

Namun, ia menambahkan bahwa Macron sejatinya tidak diwajibkan untuk ikut dalam dewan tersebut.

Sebelumnya, stasiun televisi Prancis BFM melaporkan bahwa Macron memang berencana menolak tawaran Amerika Serikat untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Menurut sumber yang dikutip media tersebut, Macron khawatir badan itu tidak hanya berfokus pada Gaza, tetapi juga berpotensi meluas ke isu lain yang dapat melemahkan peran dan struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (ant/ily/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 20 Januari 2026
29o
Kurs