Senin, 16 Maret 2026

Trump Berencana Galang Koalisi Global Amankan Jalur Minyak Dunia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS). Foto: Politico

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) berencana mengumumkan pembentukan koalisi internasional dalam pekan ini. Langkah ini diambil untuk mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, menyusul blokade de facto yang melumpuhkan jalur distribusi energi global.

Melansir Antara, Senin (16/3/2026), laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa para pejabat AS tengah mendiskusikan waktu yang tepat untuk memulai operasi pengawalan ini. Fokus utamanya adalah memastikan apakah misi dimulai sebelum atau setelah meredanya ketegangan di wilayah tersebut.

Chris Wright Menteri Energi AS sebelumnya memberikan sinyal kuat bahwa militer AS kemungkinan besar akan mulai mendampingi kapal tanker paling lambat pada akhir Maret 2026. Wright mengakui bahwa saat ini Angkatan Laut AS perlu melakukan penyesuaian kemampuan untuk menjalankan misi pengawalan skala besar di wilayah sensitif tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu (14/3/2026) lalu, Trump secara terbuka menyerukan kepada negara-negara besar termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggrisuntuk mengirimkan kapal perang mereka ke Selat Hormuz, guna melindungi kepentingan logistik masing-masing.

Di sisi lain, Prancis juga tengah mengupayakan misi gabungan serupa. Mengutip laporan Financial Times, para diplomat Prancis mengungkapkan bahwa Paris sedang bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker.

“Kami bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker melintasi Selat Hormuz,” ujar seorang diplomat Prancis yang enggan disebutkan namanya.

Sementara Jean-Noel Barrot Menteri Luar Negeri Prancis dijadwalkan akan membawa inisiatif ini ke meja diskusi bersama rekan-rekan Uni Eropa pada, Senin hari ini.

Meski demikian, internal pemerintahan Prancis tampak masih berhati-hati; sebelumnya, Menteri Pertahanan Catherine Vautrin sempat menyatakan belum ada rencana pengiriman kapal perang secara langsung.

Eskalasi di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah serangan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Iran merespons dengan menyerang fasilitas militer AS dan wilayah Israel sebagai bentuk pertahanan diri. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 16 Maret 2026
33o
Kurs