Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mempertimbangkan kemungkinan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, setelah negosiasi terkait program nuklir Teheran dinyatakan gagal.
Melansir Antara, Kamis (29/1/2026), laporan ini sebelumnya disampaikan CNN mengutip beberapa sumber yang mengetahui langsung perkembangan situasi tersebut.
Sebelumnya, surat kabar The New York Times juga melaporkan bahwa upaya perundingan untuk meredakan ketegangan dengan Iran pada pekan lalu tidak membuahkan hasil. Penyebab utamanya, menurut laporan itu, karena Teheran menolak memenuhi tuntutan yang diajukan pemerintahan Trump.
Dalam laporan CNN yang terbit, Rabu (28/1/2026), disebutkan bahwa sejumlah opsi kini masuk dalam pertimbangan Trump. Di antaranya adalah serangan udara yang menargetkan para pemimpin dan pejabat keamanan Iran, serta serangan terhadap fasilitas nuklir dan lembaga-lembaga pemerintahan strategis negara tersebut.
Meski demikian, Trump disebut belum mengambil keputusan final. Ia meyakini kedatangan kelompok penyerang AS yang sebelumnya dikirim ke kawasan Timur Tengah, membuat pilihan militernya kini semakin terbuka dan fleksibel.
“Dengan kehadiran kekuatan militer AS di kawasan, opsi yang tersedia bagi Presiden semakin luas,” tulis CNN mengutip salah satu sumbernya.
Laporan itu juga mencatat bahwa sejak Trump melontarkan ancaman terbuka terhadap Iran, tidak ada kontak langsung yang signifikan antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran akan meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan.
Situasi ini menjadi lanjutan dari sikap keras Trump terhadap Iran, yang sebelumnya juga meningkatkan tekanan dengan mengirim armada militer besar ke wilayah Timur Tengah.
Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa opsi militer benar-benar menjadi salah satu skenario yang sedang disiapkan, apabila jalur diplomasi terus menemui jalan buntu.
Adapun ketegangan antara AS dan Iran pun kini berada pada titik krusial. Dunia internasional khawatir, konflik terbuka dapat berdampak luas terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi global. (ant/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
