Donald Trump Presiden AS pada Rabu (7/10/2026) mengatakan Washington mungkin akan bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap Houthi di Yaman, menyusul serangan di sebuah bandara di Riyadh.
“Mungkin. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru mengetahui serangan terbaru ini. Kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat,” kata Trump menjawab pertanyaan wartawan apakah ia akan ambil bagian dalam serangan tersebut, seperti dikutip Antara dari Anadolu.
Pernyataan ini disampaikan setelah Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Saudi menghentikan operasinya untuk sementara pada Sabtu, menyusul serangan yang menyebabkan beberapa orang terluka, menurut otoritas penerbangan sipil negara tersebut. Otoritas Penerbangan Sipil Umum dalam pernyataannya mengatakan bandara diserang pada Sabtu (10/10/2026) sore, dan otoritas masih menentukan jumlah korban luka.
Terkait serangan ini, Kedutaan Besar AS dan Inggris di Arab Saudi juga mengimbau warga negaranya pada Sabtu untuk menghindari bandara pascaserangan, mengingat risiko keamanan dan kemungkinan gangguan perjalanan.
Otoritas Saudi mengatakan pada Jumat bahwa tiga warga meninggal dan lainnya terluka dalam dua serangan pada Kamis yang menargetkan fasilitas di Bandara Internasional King Khalid dan pesawat Saudi Arabian Airlines. Operasi bandara kemudian dilanjutkan dan lalu lintas udara kembali normal, menurut otoritas penerbangan tersebut.
Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan misil dan drone di Bandara Internasional King Khalid dan bandara-bandara Saudi lainnya dalam beberapa hari terakhir.
Yaman telah dilanda perang sejak Houthi merebut kendali ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi pada September 2014, yang memicu koalisi pimpinan Saudi turun tangan pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.(ant/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

