Hakan Fidan Menteri Luar Negeri Turki menyampaikan kekhawatiran serius terkait potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menilai terdapat indikasi kuat bahwa Israel tengah mencari peluang untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
“Saya harap mereka menemukan jalan yang berbeda, tetapi kenyataannya adalah Israel, khususnya, sedang mencari kesempatan untuk menyerang Iran,” ujar Fidan dikutip dari Aljazeera, Sabtu (24/1/2026).
Pernyataan tersebut bukan sekadar spekulasi. Fidan mengungkapkan, kekhawatiran itu telah ia sampaikan langsung kepada para pejabat Iran saat melakukan kunjungan ke Teheran beberapa hari sebelumnya. Ia menegaskan, peringatan itu disampaikan sebagai bentuk persahabatan dan kepedulian terhadap stabilitas kawasan.
“Ketika saya pergi ke Teheran beberapa hari lalu, saya memberi tahu mereka semua tentang proses tersebut, sebagai teman mereka. Dan Anda tahu, seorang teman menyampaikan kebenaran yang pahit,” katanya.
Sikap Turki ini sejalan dengan pernyataan Recep Tayyip Erdogan Presiden yang sebelumnya berbicara melalui sambungan telepon dengan Masoud Pezeshkian Presiden Iran.
Dalam komunikasi tersebut, Erdogan menegaskan penolakan Turki terhadap segala bentuk intervensi asing di Iran, seraya menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di negara-negara tetangga.
Sebelumnya, Amerika Serikat dikabarkan mengerahkan armada kapal perang angkatan lautnya menuju Timur Tengah dengan target pemantauan negara Iran.
Di sisi lain, kondisi dalam negeri Iran juga menuai perhatian. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan, jumlah korban tewas akibat penindakan aparat terhadap demonstran telah mencapai 5.002 orang. Korban tersebut terdiri dari 4.716 demonstran, 203 individu yang berafiliasi dengan pemerintah, 43 anak-anak, serta 40 warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam aksi protes.
Selain korban jiwa, HRANA juga mencatat sedikitnya 26.541 orang telah ditangkap dalam rangkaian penindakan tersebut. (lea/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
