Uni Eropa (EU) menyerukan persiapan terhadap kemungkinan adanya konfrontasi langsung dengan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS), menyusul klaimnya atas Greenland.
Melansir laporan Antara, Kamis (8/1/2026), seorang diplomat EU yang tak disebutkan namanya mengabarkan, bahwa Eropa mulai menyusun sebuah rencana yang dapat mencakup langkah pencegahan, jika AS berupaya menyerang atau merebut Greenland, serta meningkatkan kehadiran Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di sekitar Greenland.
“Kita harus siap untuk konfrontasi langsung dengan Trump… Dia sedang dalam mode agresif, dan kita perlu bersiap,” kata diplomat tersebut, seperti dikutip surat kabar Politco.
Sebelumnya, Trump pada Minggu (4/1/2026) lalu mengatakan kepada majalah The Atlantic, bahwa AS “benar-benar” membutuhkan Greenland, sembari mengeklaim pulau itu “dikelilingi kapal-kapal Rusia dan China.”
Trump sendiri, berulang kali mengatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS. Alasannya, kepentingan strategis bagi keamanan nasional AS, dan pertahanan “dunia bebas,” termasuk dari China dan Rusia.
Di sisi lain, Mette Frederiksen Perdana Menteri Denmark mendesak Trump agar berhenti mengancam Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark, dengan aneksasi.
Hal senada juga disampaikan Mute Egede mantan Perdana Menteri Greenland, yang mengatakan bahwa pulau seluas 2,16 hingga 2,17 juta kilometer itu tidak dijual.
Untuk diketahui, Greenland merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, setelah memperoleh status otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur pemerintahan sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri. (ant/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
