Senin, 5 Januari 2026

Usai Tangkap Maduro, Trump Sebut AS Akan Jalankan Pemerintahan dan Jual Minyak Venezuela

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Donald Trump Presiden AS. Foto: Anadolu

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa AS akan “menjalankan” pemerintahan Venezuela hingga terjadi transisi politik.

Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah pasukan AS membombardir ibu kota Caracas, dan mengklaim telah menangkap Nicolas Maduro Presiden Venezuela.

Berbicara dalam konferensi pers pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat, Trump mengatakan pemerintahan AS akan mengelola Venezuela sampai proses transisi yang dianggap aman dapat dilakukan.

“Kami akan menjalankan negara itu sampai tiba saatnya kami bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump seperti dikutip Al Jazeera.

Ia menegaskan AS tidak ingin mengulangi situasi politik yang sebelumnya terjadi di Venezuela.

“Kami tidak ingin terlibat dengan menunjuk orang lain untuk berkuasa, dan kami tidak ingin kembali ke situasi yang sama seperti yang telah berlangsung selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Pemerintahan Trump sebelumnya melancarkan serangan ke Caracas pada Sabtu dini hari waktu setempat, setelah berbulan-bulan melakukan tekanan terhadap pemerintahan Maduro.

Tekanan tersebut mencakup penyitaan kapal tanker minyak Venezuela di lepas pantai serta serangan mematikan terhadap kapal yang dituduh terlibat penyelundupan narkoba di Karibia, aksi yang menuai kecaman luas sebagai pembunuhan di luar proses hukum.

Washington menuduh Maduro yang berkuasa sejak 2013, memiliki kaitan dengan kartel narkoba. Tuduhan itu dibantah keras oleh Maduro, yang menyebut AS berupaya menggulingkannya demi menguasai cadangan minyak Venezuela.

Trump mengatakan Maduro bersama Cilia Flores istrinya , telah dibawa ke AS dan akan dipindahkan ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait narkoba.

Perusahaan Minyak AS Disebut Akan Masuk Venezuela

Dalam konferensi pers yang sama, Trump juga menyatakan bahwa perusahaan minyak besar AS akan segera masuk ke Venezuela.

“Perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah dan mulai menghasilkan uang bagi negara itu,” kata Trump.

Ia mengklaim langkah tersebut akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Venezuela. “Apa yang kami lakukan akan membuat rakyat Venezuela menjadi kaya, mandiri, dan aman,” ujarnya.

AS Dikecam Internasional: “Penculikan Ilegal”

Langkah AS menuai kecaman keras dari pakar hukum internasional, pemimpin dunia, hingga anggota Partai Demokrat di AS.

Luiz Inacio Lula da Silva Presiden Brasil menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

“Menyerang negara lain dengan melanggar hukum internasional secara nyata adalah langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan, dan ketidakstabilan, di mana hukum yang berlaku hanyalah hukum pihak terkuat,” tulis Lula di platform X.

Sementara Ben Saul Pelapor Khusus PBB untuk HAM dan kontra-terorisme, mengecam tindakan AS sebagai penculikan ilegal.

“Saya mengutuk agresi ilegal Amerika Serikat terhadap Venezuela,” tulis Saul sembari menyebut penangkapan Maduro sebagai ‘penculikan ilegal’.

Antonio Guterres Sekretaris Jenderal PBB juga menyampaikan keprihatinan mendalam. Juru bicaranya menyebut aksi AS sebagai preseden berbahaya.

“Sekretaris Jenderal menegaskan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Ia sangat prihatin karena aturan hukum internasional tidak dihormati,” bunyi pernyataan PBB.

Venezuela Tegas Menolak

Vladimir Padrino Lopez Menteri Pertahanan Venezuela merespons serangan AS dengan pernyataan tegas.

“Kami tidak akan bernegosiasi; kami tidak akan menyerah. Kemerdekaan Venezuela tidak untuk dinegosiasikan,” ujarnya, sembari menyerukan rakyat untuk tetap tenang dan bersatu.

Sementara itu, Trump mengklaim Marco Rubio Menteri Luar Negeri AS telah berbicara dengan Delcy Rodriguez Wakil Presiden Venezuela, yang disebutnya telah dilantik sebagai presiden sementara.

“Dia baru saja dilantik sebagai presiden. Dia berbicara lama dengan Rubio dan berkata, ‘Kami akan melakukan apa pun yang kalian perlukan’. Dia cukup sopan, tapi sebenarnya dia tidak punya pilihan,” kata Trump.

Namun, Rodriguez membantah klaim tersebut dalam konferensi pers di Caracas.

“Kami menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro Presiden dan istrinya. Satu-satunya presiden Venezuela adalah Nicolas Maduro Presiden,” tegasnya.

Hingga kini, belum jelas bagaimana dan berapa lama Amerika Serikat berencana “menjalankan” Venezuela. Pengamat menilai langkah tersebut berisiko tinggi.

Harlan Ullman mantan perwira Angkatan Laut AS memperingatkan bahwa rencana itu bisa berbalik menghantam AS sendiri.

“Gagasan Amerika mengambil alih Venezuela akan meledak di wajah kita,” ujarnya.

“Kalau Trump bilang ‘kami akan menjalankan negara itu’ kami bahkan belum mampu menjalankan Amerika dengan baik, bagaimana bisa menjalankan Venezuela?”

Ullman menambahkan bahwa AS tidak memiliki rencana yang matang. “Sebuah negara itu sangat kompleks. Kita tidak memiliki pengetahuan, pemahaman, maupun logistik untuk melakukan ini.” (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 5 Januari 2026
28o
Kurs