Senin, 5 Januari 2026

Warga Keputih Surabaya Tolak Pembangunan Jembatan, Diduga Menjadi Penyebab Banjir

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Eri Irawan Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya bersama Aning Rahmawati Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya berdiskusi mencari solusi dengan warga Keputih yang terdampak banjir akibat pembangunan jembatan di sungai tepi Jalan Bahagia 1, Sukolilo Dian Regency 1, Surabaya pada Minggu (4/1/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Warga Keputih Surabaya yang tinggal di kawasan Sukolilo Dian Regency 1, menolak pembangunan jembatan yang dianggap ilegal dan menjadi penyebab banjir di kawasan tersebut.

Dicky Arganoya perwakilan hukum warga Sukolilo Dian Regency 1 mengatakan, kawasan tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami banjir. Namun semenjak ada proyek pembangunan jembatan tersebut tiba-tiba terjadi banjir.

“Dampaknya banjir, ketinggian hampir 15 sampai 20 sentimeter. Mulai banjirnya dari tahun baru, karena pengerjaan sebelum tahun baru, akhir Desember,” katanya di lokasi pembangunan jembatan, Minggu (4/12/2026) pagi.

Dicky menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan itu menutup aliran sungai, sehingga berakibat banjir sampai ke masjid di perumahan tersebut. Setelah warga memprotes, material penutup disingkirkan, namun sejumlah barang berat masih berada di lokasi.

Ia menyebut, keterangan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut sebelumnya tidak pernah banjir selama 20-an tahun terakhir. Namun, setelah ada proyek jembatan tersebut langsung muncul banjir.

“Makanya Pak Kabid kemarin nanya, loh ini gara-gara Anda sekarang setelah 20 tahunan lebih kok bisa banjir lagi. Terbukti, karena penutupan kali tersebut,” ucapnya.

Proyek pembangunan jembatan di kawasan Sukolilo Dian Regency 1 Surabaya pada Minggu (4/1/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Jika hujan deras, kata Dicky, genangan air di kawasan tersebut bisa surut dalam kurun waktu setengah jam. Namun saat ini terjadi banjir hingga tiga jam dan air masuk ke rumah, terutama yang berdekatan dengan lokasi proyek.

Ia menjelaskan, bahwa permasalahan pembangunan proyek tersebut berawal dari adanya klaim atas Jalan Bahagia 1 Sukolilo Regency 1 oleh mantan pemilik perumahan, yang sebelumnya telah menjual ke perusahaan lain.

“Dari pengakuannya, belum menjual Jalan Bahagia 1. Yang menjadi dasar mereka itu hanya surat pernyataan, bukan perjanjian jual beli, bukan akte jual beli, bukan SHGB juga,” jelasnya.

“Dan setelah kita surati ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, itu menyatakan bahwa Jalan Bahagia 1 itu merupakan set plan dari Sukolilo Dian Regency 1, sehingga itu bukan merupakan punyanya dia (pemilik sebelumnya) lagi, karena sudah dibeli oleh perusahaan yang sekarang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ada perusahaan lain yang merasa memiliki legalitas untuk membangun jembatan tersebut, sehingga munculah proyek yang menyebabkan banjir di kawasan itu.

“Apa legalitasnya? Dia sudah mendapatkan persetujuan dari DSDABM Surabaya. Nah itu yang kita tanyakan pada lurah dan camat, kenapa kajian dari dinas air itu tidak tepat, seharusnya awal permohonan terhadap penyewaan sungai dari Dinas Air itu harus tinjau lokasi. Nah kenapa kok bisa persetujuan itu bisa keluar. Selain itu juga ada persetujuan Wali Kota terhadap penetapan harga,” ucapnya.

Pihaknya ingin segera ada pertemuan dengan berbagai pihak terkait untuk mengatasi masalah yang dikeluhkan oleh warga setempat.

Komisi C DPRD Kota Surabaya sendiri, lanjut dia, memastikan bahwa akan segera mempertemukan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

“DPRD ingin mengawal bahwa pihak perusahaan tidak akan melanjutkan pembangunan tersebut” ucapnya.

Selain itu, warga juga meminta agar DPRD Kota Surabaya turut membantu dalam mencabut persetujuan sewa sungai.

“Jangan sampai ini berlarut-larut, ini kan sudah hampir enam bulan lebih tidak ada kepastian,” tandasnya.

Merespons hal tersebut, Eri Irawan Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya mengatakan bahwa pihaknya sedang menjadwalkan pertemuan antar pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah itu.

“Kita akan kumpulkan semua stakeholder, ada sinas, kemudian ada tiga perumahannya di sini, kita akan cari solusi bersama terkait dengan permasalahan banjir ini untuk jangka pendeknya,” pungkasnya. (ris/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 5 Januari 2026
32o
Kurs