Jumat, 20 Maret 2026

Warga Palestina Layangkan Protes, Imbas Larangan Salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Masjid Al-Aqsa yang berada di Yerusalem, Palestina. Foto: Antara

Warga Palestina melayangkan protes terhadap otoritas Israel, setelah mereka dilarang menggelar Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Al-Aqsa.

Karena larangan itu, warga Palestina akhirnya melakukan Salat Idulfitri di Kota Tua, yang berjarak beberapa meter dari Masjid Al-Aqsa, sebagai penanda bahwa puasa Ramadan telah usai.

Melansir Antara, sebelumnya polisi Israel dilaporkan menggunakan pentungan, granat kejut, hingga gas air mata terhadap warga Palestina yang melaksanakan salat di luar tembok Kota Tua.

Sementara di Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel, terpaksa merayakan Idulfitri dengan suasana muram. Biasanya kawasan Kota Tua dipadati warga Palestina untuk melaksanakan Salat Idulfitri, namun tahun ini justru tampak sepi dan menyerupai kota mati.

Israel membatasi akses dengan alasan larangan berkumpul, sementara pedagang Palestina dilarang membuka toko mereka. Hanya apotek dan toko bahan pokok yang diizinkan beroperasi.

Sejumlah pedagang Palestina yang enggan disebutkan namanya karena khawatir atas tindakan balasan Israel mengatakan bahwa pembatasan tersebut menyebabkan tekanan ekonomi yang berat bagi mereka.

Adapun Jusuf Kalla Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyampaikan keprihatinan atas penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel dan mendesak agar masjid tersebut segera dibuka kembali.

Menurut JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, penutupan Masjid Al-Aqsa menghambat umat Islam dalam menjalankan ibadah, terutama di bulan suci Ramadhan.

“Penutupan ini sangat kami sesalkan. Kami menuntut agar Masjid Al-Aqsa dibuka kembali, terlebih dalam momentum Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya.

JK menilai langkah tersebut bertentangan dengan prinsip kebersamaan, kemanusiaan, serta kerja sama internasional.

Selain itu, ia pun memandang bahwa pengelolaan Masjid Al-Aqsa berada di bawah otoritas Yordania. Sehingga, tindakan penutupan oleh Israel dianggap melanggar kesepakatan yang ada.

Ia lalu menekankan DMI bersama masyarakat Indonesia juga mengecam penutupan tersebut dan berharap situasi segera membaik agar umat Islam dapat kembali beribadah dengan aman dan nyaman.(ant/kir/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 20 Maret 2026
27o
Kurs