Sabtu, 24 Oktober 2026

Waspadai Efek Asap Karhutla pada Anak, Kenali Tanda Bahaya dan Langkah Daruratnya

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
dr. Amalia Setyati, Sp.A(K), Pakar Respirologi Anak dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dalam pertemuan daring, Sabtu (24/10/2026). Foto: Hasil tangkap layar Youtube RSKKA

“Jika pembentukan kantong udara ini terganggu dan tidak ditangani hingga sembuh total, dampaknya bisa terbawa hingga anak tumbuh dewasa. Bahkan, paparan partikel halus PM 2.5 dapat mengganggu pasokan oksigenasi ke otak, yang berpotensi memicu gangguan kognitif pada tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dampak kesehatan akibat asap karhutla terbagi menjadi dua fase. Dalam jangka pendek, anak akan langsung mengalami iritasi mata, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga serangan asma.

Sementara dalam jangka panjang, anak berisiko mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), gangguan kardiovaskular, penurunan fungsi kognitif, hingga risiko kanker.

Sehingga dia mengimbau agar para orang tua peka terhadap tanda-tanda bahaya darurat pada anak. Gejala seperti suara napas yang berbunyi (mengi), adanya tarikan dinding dada (retraksi) serta kembang-kempis cuping hidung saat bernapas menjadi petunjuk kuat bahwa anak mengalami kekurangan oksigen parah dan harus segera dilarikan ke IGD.

“Waspadai juga jika bibir, lidah, atau ujung jari anak mulai membiru, serta terjadinya penurunan kesadaran seperti anak tampak sangat lemas, gelisah, atau mengantuk yang tidak wajar. Ini adalah sinyal bahaya yang membutuhkan penanganan medis secepatnya,” tegasnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Sabtu, 24 Oktober 2026
31o
Kurs