Jumat, 23 Januari 2026

YDSF Bantu Pulihkan Sekolah Terdampak Bencana di Aceh

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
YDSF melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Foto: YDSF

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) mulai menggeser fokus penanganan bencana longsor dan banjir bandang di Aceh ke tahap pemulihan, dengan menitikberatkan pada sektor pendidikan. Langkah awal itu dilakukan melalui koordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah (DPDA), Jumat (23/1/2026).

Dalam koordinasi tersebut, YDSF mematangkan program recovery pascatanggap darurat, khususnya untuk membantu sekolah dan pesantren yang terdampak kerusakan.

Jauhari Sani Direktur Utama YDSF menyampaikan bahwa pemulihan akan difokuskan pada penyediaan air bersih dan sanitasi, perbaikan sarana pendidikan, serta dukungan kegiatan sosial-keagamaan melalui Kampung Ramadan.

“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya bagi lembaga pendidikan,” kata Jauhari.

Data Dinas Pendidikan Dayah Aceh menunjukkan dampak bencana cukup signifikan. Dari sekitar 1.800 pesantren di Aceh, lebih dari 600 terdampak, dan 125 di antaranya belum dapat beroperasi karena mengalami kerusakan berat.

Muhsin Plh. Kepala DPDA Aceh, menyebut wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya menjadi daerah yang paling membutuhkan perhatian.

“Selain perbaikan fasilitas, program pemulihan juga mencakup pemberdayaan santri, bantuan bagi anak yatim, serta layanan trauma healing untuk anak-anak terdampak bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Murtala Mudin Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, mengungkapkan bahwa tingkat kehadiran siswa pascabencana masih di bawah 70 persen. Banyak siswa masih tinggal di pengungsian dan kesulitan kembali bersekolah karena keterbatasan biaya transportasi dan sarana pendukung.

“Kami berharap bantuan YDSF dapat menjangkau persoalan ini agar anak-anak bisa kembali ke sekolah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program recovery YDSF akan menggandeng mitra lokal Aceh Hijau.

Sebelumnya, pada masa tanggap darurat, YDSF telah mengerahkan empat tim Unit Aksi Cepat dengan berbagai layanan kemanusiaan, mulai dari dapur umum, bantuan logistik, air bersih, hingga pendampingan psikososial.(ris/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 23 Januari 2026
25o
Kurs