Volodymyr Zelenskyy Presiden Ukraina mengatakan Rusia kemungkinan akan meningkatkan serangan ke negaranya menjelang pemilu sela Amerika Serikat (AS).
Dalam wawancara dengan harian Spanyol El Pais, Jumat (2/10/2026), Zelenskyy menyebut Vladimir Putin Presiden Rusia ingin menunjukkan bahwa negaranya tidak gentar menghadapi sanksi Barat maupun tekanan dari negara-negara Eropa.
“Putin akan melakukan eskalasi menjelang pemilu untuk menunjukkan bahwa dia sangat kuat, tidak takut kepada Eropa, tidak merasakan dampak sanksi, dan tentu saja dia menyampaikan pesan-pesannya ke seluruh Amerika Serikat,” kata Zelenskyy, merujuk pada pemilu sela AS yang akan digelar pada 3 November.
Dilansir Anadolu, Zelenskyy juga mengatakan, ia telah memperingatkan para negosiator AS bahwa Rusia akan meningkatkan serangan menjelang pemilu tersebut, terutama terhadap warga sipil.
“Mereka ingin warga Ukraina, terutama dari ibu kota, meninggalkan Kyiv,” ujarnya.
Meski begitu, Zelenskyy menegaskan Kyiv tetap kuat menghadapi serangan tersebut. Menurutnya, Rusia saat ini melancarkan serangan hampir tanpa henti. Ia menyebut ratusan drone diluncurkan setiap hari.
Zelenskyy menilai strategi Moskow bertujuan mendorong Ukraina masuk ke dalam “kekacauan”. Karena itu, Kyiv berupaya mencari tambahan pendanaan serta menyesuaikan pendekatan dalam perang yang masih berlangsung sejak Februari 2022.
Dalam wawancara itu, Zelenskyy juga menuding China dan India membantu Rusia menghindari sanksi serta menyediakan mesin. Ia turut mengeklaim Iran membantu Moskow dengan keahlian dan teknologi terkait perang, khususnya drone. (bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

