Senin, 1 Maret 2021

Berlusconi Setuju Jual Saham AC Milan Pada Akhir September

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Silvio Berlusconi mantan perdana menteri Italia telah menandatangani perjanjian pra penjualan untuk menjual 48 persen klub sepak bolanya AC Milan kepada grup yang dipimpin pengusaha Thailand Bee Taechaubol pada akhir September, kata juru bicara untuk perusahaan induk Fininvest pada Minggu.

“Tenggat waktu 30 September telah dipatok untuk transfer saham dan pembayaran 480 juta euro pada 30 September,” kata juru bicara Finivest kepada Reuters.

Klub Liga Italia itu dimiliki oleh Fininvest, perusahaan induk milik keluarga Berlusconi yang juga mengendalikan televisi Italia Mediaset dan percetakan Mondadori.

Kesepakatan itu telah diteken Fininvest dan Taechaubol dan disetujui oleh Berlusconi, kata sang juru bicara.

Komentar-komentar yang mengonfirmasi hal itu terdapat dalam tulisan di Instagram yang diunggah sang pengusaha Thailand.

“Merupakan kebanggaan besar untuk menyelesaikan Kesepakatan AC Milan dengan Presiden Berlusconi, pemimpin yang fenomenal,” tulis pernyataan di Instagram itu seperti dilansir Antara.

Kamis silam, seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Berlusconi akan menandatangani pra kesepakatan untuk menjual 48 persen saham dalam beberapa hari mendatang, dengan kesepakatan akhir akan ditandatangani setelah musim panas.

Juara Eropa tujuh kali itu telah kehilangan sinarnya dalam beberapa tahun terakhir, dan mereka terakhir kali menjuarai Liga Italia pada 2011.

Klub terbelit hutang sekitar 250 juta euro dan merugi 91 juta euro tahun lalu.

Berlusconi, yang peruntungannya di bidang politik telah merosot dalam beberapa tahun terakhir, sebelum berkata bahwa satu keluarga tidak akan mampu mengatasi tantangan perihal meningkatnya investasi-investasi yang diperlukan untuk menjalankan klub sepak bola.

Ketika kesepakatan ini usai, Taechaubol akan menjadi sosok terkini dari para pengusaha asing yang mengambil alih kepemimpinan klub-klub sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2013, grup investor Indonesia Erick Thohir membeli Inter Milan, mengakhiri dominasi panjang keluarga Moratti terhadap klub itu.(ant/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
27o
Kurs