Bukan rahasia kalau keterlibatan rumah judi dalam kompetisi olahraga, bisa mempengaruhi hasil sebuah pertandingan atau perlombaan.
Edy Rahmayadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sadar kalau kompetisi sepak bola, rentan disusupi kegiatan judi.
Berbekal pengamatannya pada kegiatan judi bola di kawasan Asia Tenggara, Edy berharap tidak ada campur tangan berbagai rumah judi di Liga 1 yang akan bergulir 15 April 2017.
“Dari pengamatan saya, rumah judi yang paling besar masuk Indonesia bernama Radar Sport yang perputaran uangnya sekitar 4 juta dollar AS atau Rp20 miliar per pertandingan. Kalau dikalikan 300 pertandingan itu mencapai Rp20 triliun. Kami sudah wanti-wanti supaya tidak ada keterlibatan rumah judi,” ujarnya di sela konferensi pers Go-Jek Traveloka Liga 1, Senin (10/4/2017), di Hotel Fairmont, Jakarta.
Biasanya, lanjut Edy, rumah judi `mengincar` pemain belakang dan kiper untuk dipengaruhi, supaya bisa memberikan tim lawan mencetak gol, di 10 menit terakhir pertandingan.
Selain itu, wasit dan hakim garis juga sangat mungkin dipengaruhi, supaya keputusannya di lapangan menguntungkan salah satu tim yang bertanding.
“Makanya, kami mengimbau seluruh wasit, hakim garis dan para pemain untuk tidak terlibat judi. Saya tidak menuduh pihak tertentu, dan saya akan berbuat yang terbaik untuk persepakbolaan di negeri ini,” tegas Edy yang juga menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Seperti diketahui, dalam Go-Jek Traveloka Liga 1, ada 18 klub dari berbagai daerah Indonesia akan bertanding menjadi yang terbaik, dari 15 April 2017 sampai 12 November 2017.
Laga antara Persib Bandung kontra Arema FC di Gelora Bandung Lautan Api, akan dimainkan sebagai pembuka kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia. (rid/iss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
