Minggu, 29 Maret 2020

Disambangi Menpora, Soeharto Menangis Curahkan Harapannya

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Imam Nahrawi Menpora (kanan) dan Soeharto (kiri) mantan atlet tunanetra yang berprestasi, di Jalan Putat Jaya C Barat Surabaya, Selasa (24/7/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net

Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga menemui Soeharto (68) mantan atlet tunanetra yang berprestasi, di Jalan Putat Jaya C Barat Surabaya, Selasa (24/7/2018). Menyambut kedatangan Menpora, Soeharto tampak sumringah, terharu dan langsung memeluknya.

Di hadapan Soeharto, Imam mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa berjumpa dengannya dan melihat langsung kondisi kehidupannya. Sambil mengajaknya berbincang, Imam mengajukan pertanyaan kepada Soeharto terkait harapan yang ingin dia sampaikan.

Seketika, Soeharto langsung mencurahkan secuil harapannya tentang tunjangan atau bantuan kesejahteraan untuk masa tuanya. Mengingat, saat ini dia hanya tinggal sebatang kara dan istrinya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soewandhie.

“Saya ingin pensiunan atau bantuan kesejahteraan, pak menteri. Pensiunan untuk mantan atlet yang dulu pernah membawa nama bangsa Indonesia. Karena selama ini, saya belum pernah dapat,” kata Soeharto kepada Menpora.

Sambil mencurahkan harapannya, Soeharto juga memperlihatkan beberapa bukti penghargaan yang pernah diraihnya. Mulai dari perunggu, medali perak dan medali emas. Itu semua dia peroleh melalui pertandingan baik tingkat nasional maupun internasional.

Tidak hanya prestasi, ternyata Soeharto juga aktif dalam kegiatan bakti sosial. Dia juga mendapatkan piagam penghargaan dari Palang Merah Indonesia karena kepedulian dan rasa sosialnya terhadap sekitarnya.

Menanggapi hal itu, Imam mengaku sangat terkejut melihat prestasi yang pernah diraih oleh Soeharto. Dia semakin memantapkan langkahnya untuk memperjuangkan adanya Undang-Undang Kesejahteraan Atlet demi menjamin kesejahteraan para atlet berprestasi di masa tuanya.

Dengan adanya UU tersebut, Menpora berharap semua hal terkait pemberian bonus dan tunjangan atlet, sudah otomatis teranggarkan oleh negara. Dia juga berharap, Pemkot Surabaya terus ikut memantau kondisi Soeharto dan istrinya.

“Kesejahteraan para atlet harus menjadi konsen yang paling utama dan perlu diteruskan di masa-masa selanjutnya. Seperti Pak Soeharto ini. Saya terkejut, begitu banyak prestasinya,” kata dia.

Dihadapan Soeharto, Imam berjanji akan menyampaikan aspirasi Soeharto kepada Joko Widodo Presiden RI. Di akhir pertemuan, pihaknya juga memberikan santunan kepada Soeharto dan memberikan kenang-kenangan sebuah jaket Asian Games 2018.

Menerima itu, Soeharto mengaku senang dan menitipkan pesan untuk para atlet muda yang akan berjuang di pertandingan Asian Games 2018. Dia ingin, semua peserta tidak mudah menyerah dan harus semangat dengan meletakkan merah putih di dadanya. Menurutnya, itu merupakan kunci sukses yang selama ini ia gunakan saat bertanding.

“Jangan mudah menyerah, tetap semangat. Pokoknya sukses selalu,” kata dia. (ang/tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs