Minggu, 29 Maret 2020

Kemenpora Sosialisasikan Asian Games Melalui Posko-Posko Mudik

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Sejumlah bajaj bertema Asian Games 2018 melintasi kawasan Monas di Jakarta, Jumat (18/5/2018). Bajaj yang berhias tiga maskot Asian Games 2018, Bhin Bhin, Atung dan Kaka tersebut merupakan bentuk sosialisasi penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Foto: Antara

Kementerian Pemuda dan Olahraga menyosialisasikan Asian Games 2018 melalui posko-posko kepemudaan yang terbesar di jalur-jalur mudik di pulau Jawa dan luar pulau Jawa.

“Kami mendorong pembangunan posko-posko mudik dari organisasi kepemudaan dan komunitas pramuka. Selain menyediakan fasilitas peristirahatan, posko kepemudaan itu juga menjadi tempat sosialisasi Asian Games 2018,” kata Asrorun Ni’am Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Ni’am mengatakan sosialisasi Asian Games itu juga berkoordinasi dengan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) selain koordinasi internal dengan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.

“Minimal ada spanduk Asian Games karena di posko-posko kepemudaan itu menyediakan tempat solat dan toilet bagi pemudik yang beristirahat,” katanya dilansir dari Antara.

Ni’am menyebutkan, Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama membangun 365 posko mudik di Jawa dan luar pulau Jawa yang sekaligus menyosialisasikan Asian Games.

Selain promosi di posko-posko jalur mudik, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menyosialisasikan Asian Games melalui khotbah-khotbah.

“Menpora bertemu dengan Ketua Umum MUI untuk meminta doa kesuksesan Asian Games sekaligus menyerukan para khotib sholat Ied dapat menyisipkan doa kesuksesan Asian Games,” kata Ni’am.

Sebelumnya, Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga meminta promosi Asian Games 2018 terus berlangsung selama penyelenggaraan Piala Dunia 2018 pada 14 Juni-15 Juli.

“Pemerintah tidak henti-hentinya mendorong promosi Asian Games dan sudah melakukannya. Nonton bareng Piala Dunia ini kita tumpangi promosi Asian Games, bukan sekadar nonton saja,” kata Imam.

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), menurut Imam, dapat memanfaatkan momentum nonton bareng Piala Dunia untuk menyiapkan bola sebagai hadiah kuis Asian Games.

“Nanti saat nonton bareng itu bukan hanya dialog tim mana yang tanding, tetapi apa tentang Asian Games 2018,” kata dia.(ant/tna/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs