Minggu, 29 Maret 2020

Pelatih Timnas Indonesia Mengadu ke Menpora Terkait Lapangan di GBK

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Luis Milla Pelatih timnas Indonesia U-23 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018). Foto: Antara

Luis Milla pelatih timnas Indonesia mengadu kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait pemanfaatkan Lapangan A Gelora Bung Karno Jakarta untuk persiapan Asian Games 2018.

“Tadi memang ada pertemuan singkat dengan dia (Luis Milla, red). Ternyata persiapan timnas banyak celah yang salah satunya masalah lapangan latihan,” kata Gatot S Dewabroto Sesmenpora di sela diskusi sepak bola di kantor Kemenpora, Jakarta, Minggu (24/6/2018).

Dalam perbincangan singkat tersebut, kata Gatot, pelatih timnas itu mengeluh demgan kondisi Lapangan A saat ini yang jauh beda dengan sebelumnya. Apalagi pelatih asal Spanyol itu sebelumnya memuji kualitas lapangan yang baru saja direnovasi itu.

“Milla bukan minta diistimewakan. Tapi meminta sedikit diprioritaskan mengingat Asian Games sudah dekat dan membutuhkan lokasi latihan yang representatif,” katanya dilansir Antara.

Setelah renovasi, Lapangan A yang berada di komplek Gelora Bung Karno ini menjelma menjadi lapangan yang layak bersaing dengan lapangan di luar negeri. Bahkan timnas mengakui jika lapangan yang ada jauh berbeda dengan sebelumnya.

Namun, dengan berjalannya waktu intensitas penggunaan lapangan meningkat. Tidak timnas saja yang menggunakan lapangan tersebut. Masyarakat umum yang bersedia membayar sewa juga mendapatkan kesempatan untuk menggunakan lapangan tersebut.

“Khusus untuk timnas persiapan Asian Games tidak dipungut biaya jika menggunakan lapangan itu. Itu sama dengan cabang olahraga lain yang menggunakan fasilitas Gelora Bung Karno,” kata Gatot menegaskan.

Dengan adanya aduan tersebut, kata Gatot pemerintah akan terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait termasuk dengan pihak pengelola Gelora Bung Karno. Pihaknya juga akan terus memantau persiapan timnas sepak bola.

“Sepak bola itu menjadi pantauan masyarakat. Sebagai contoh piala dunia. Semua tertuju ke sana. Seberapa besar kita mengiklankan Asian Games pasti akan kalah,” kata pria jebolan UGM itu.(ant/tna/dwi)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs