Selasa, 5 Juli 2022

Renang Indah Indonesia Harus Punya Pelatihan Jangka Panjang

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Tim renang indah Indonesia menampilkan gerakan dalam final Renang Artistik nomor "Technical Routine" Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Aquatic Center, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Foto: Antara

Renang indah atau renang artistik merupakan gabungan renang, senam dan tari. Renang indah turut dipertandingkan di Asian Games 2018, 18 Agustus sampai 2 September lalu. Namun sayangnya, peraih medali cabang olahraga renang indah didominasi tim China dan Jepang, yang kedua negara tersebut memang sudah dikenal unggul.

Lilik Kurniati, Pelatih Tim Nasional Renang Indah Indonesia mengatakan, pencapaian anak asuhnya di kompetisi tahun ini memang dipengaruhi sejumlah kendala. Salah satunya adalah soliditas timnas Indonesia.

“Untuk pencapaian tim cukup bagus. Hanya saja, capaian negara lain lebih unggul karena tim yang dibuat selalu kontinyu, sedangkan tim Indonesia selalu berubah-ubah. Baik dalam hal koreografi hingga atlet. Sehingga kurang bisa solid,” terangnya.

Lilik berharap, ke depannya renang indah Indonesia harus punya pelatihan jangka panjang. Melihat kerumitan cabor ini yang perlu memperhatikan banyak hal, seperti speed, sprint, endurance, dan flexibility, pelatihan nasional tidak boleh terputus-putus seperti yang sekarang terjadi. Apalagi tahun depan, renang indah Indonesia akan mengikuti perhelatan SEA Games.

“Kalau bisa, mulai sekarang segera dipanggil sehingga kami bisa segera berlatih untuk mempersiapkan kejuaraan. Jadi, jangka waktu pelatihan jadi lebih panjang, program pelatihannya pun juga dapat ditempuh dengan maksimal,” ungkap Lilik pada Kewmala Andini Suara Surabaya, Selasa (25/9/2018).

Komitmen dan disiplin, lanjut Lilik, menjadi satu di antara poin penting dari atlet negara lain yang harus dicontoh atlet Indonesia. Karena atlet renang indah Indonesia masih dalam masa sekolah, maka masalah yang sering dijumpai saat masuk latihan nasional adalah berbenturan dengan jadwal sekolah. Sehingga atlet harus memiliki komitmen yang dipegang teguh dan disiplin dalam membagi waktu.

“Jadi, selain unggul dalam bidang akademik, atlet pelajar juga dapat meraih prestasi di bidang olahraga yang mereka tekuni. Apalagi kalau sudah membawa nama negara di level internasional,” pungkasnya. (and/nin/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
27o
Kurs