Jumat, 22 Oktober 2021

Terinspirasi Wushu dari Keluarga, Jevon Sekarang Menginspirasi Bangsa

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ernawati Ibu Jevon membawa sejumlah medali yang telah diraih Jevon di kejuaraan Wushu nasional. Foto: Denza suarasurabaya.net

Jevon Lionel Koeswoyo peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Wushu Junior Ketujuh (7th World Junior Wushu Championship) di Brasil menjadi inspirator bagi adik-adiknya.

Jevon adalah putra pertama dari tiga bersaudara anak-anak pasangan Novianto Asali Koeswoyo dan Ernawati yang tinggal di rumah sederhana di Jalan Pakis Tirtosari VI/6, Surabaya.

Erna, ibu Jevon, ketika ditemui suarasurabaya.net di rumahnya, Rabu (18/7/2018), menceritakan bagaimana Jevon mulai menekuni olahraga Wushu.

Semua bermula ketika Jevon masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar di SD Saint Vincentius Surabaya. Tepatnya saat dia berlibur bersama keluarga ke Yogyakarta.

“Ada sepupunya di Jogja yang menekuni Wushu namanya Willy. Pas di sana, Jevon itu ngelihatin aja penghargaan-penghargaan yang dipajang di kamarnya,” kata Erna.

Di sanalah Jevon mulai tertarik pada Wushu. Willy pun menyarankan Jevon untuk mencari sasana Wushu di Surabaya dan keluarganya pun mendukungnya.

Tidak berselang lama sepulang dari Yogyakarta, Jevon mendaftar ke Sasana Wushu Yasanis di Surabaya dan mulai mengikuti latihan di sasana itu secara rutin.

Ketekunan dan kecintaannya kepada Wushu mengantarkan Jevon mengikuti berbagai kejuaraan dan meraih berbagai prestasi. Ini juga yang membuatnya mendapatkan beasiswa.

Sempat berpindah ke SD YPBK III Wiyung, orangtua Jevon meminta dispensasi waktu ke kepala sekolah YBPK III untuk mengikuti berbagai kegiatan Wushu di luar sekolah.

“Ternyata Kepala Sekolahnya sangat men-support. Malah pas kelas enam, Jevon didaftarkan di program beasiswa sampai lulus SMP,” kata Erna mengenang prestasi anaknya.

Berkat latihan kerasnya, Jevon yang kini baru saja duduk di kelas X SMA Anak Bangsa berhasil menyabet dua nomor sekaligus di kejuaraan dunia Wushu di Brasil.

Jevon meraih medali emas untuk Taijijian (pedang panjang) dan medali perak untuk Taijiquan (tangan kosong). Prestasi internasional yang dia raih telah membanggakan bangsa.

Keluarga Jevon pun bangga. Demikian halnya dua adik perempuan Jevon yang telah mengikuti jejak Koko-nya. Ya, Jiovani Liona Koeswoyo adik Jevon pun menekuni Wushu.

“Jiovani juga sudah beberapa kali ikut dan juara satu. Seperti di kejuaraan Piala Koni, dia juara satu. Terakhir kali dia ikut di Piala walikota,” kata Erna. “Ya, ngikutin Kokonya.”

Demikian halnya si bungsu Jennifer Lionie Koeswoyo yang baru berusia lima tahun dan duduk bangku TK besar. Erna bilang, beberapa waktu lalu adik Jevon itu sudah trial di Sasana Yasanis.

Dukungan Penuh dari Keluarga

Sejak awal Jevon meminta mendaftar di Sasana Wushu Yasanis, Surabaya, Novianto Asali Koeswoyo dan Ernawati, orangtuanya, sudah mendukung penuh keinginan anak sulungnya itu.

Seiring berbagai kejuaraan yang diikuti dan berbagai prestasi yang telah diraih, Jevon semakin tekun berlatih meski harus membagi waktu belajar di sekolahnya. Apalagi kini dia telah menjadi salah satu atlit Wushu Junior di Puslatda Jatim.

Erna, ibu Jevon mengatakan, nilai-nilai pelajaran di sekolahnya tergolong baik. Remaja kelahiran Surabaya pada 3 Januari 2003 silam itu sempat bercita-cita sebagai dokter saat masih SD.

“Waktu itu saya lihat nilai biologinya juga bagus. Tapi kalau soal cita-cita, kami serahkan kepada Jevon. Mungkin sekarang ini masih bisa berubah-ubah,” katanya.

Tidak hanya ayah dan ibunya, Jevon selalu mendapat dukungan dari Sukesi Koeswoyo Nenek Jevon. Ibu mertua Erna itu selalu berpesan kepada Jevon di setiap pertandingan.

“Main yang Pede, main yang Pede. Selalu begitu. Jadi sampai sekarang, kalau Jevon mulai ragu-ragu, saya ingatkan pesan neneknya dulu,” kata Erna.

2016 silam Sukesi Koeswoyo meninggal. Dia tidak sempat melihat bagaimana Jevon berdiri di atas podium penerima emas di 7th World Junior Wushu Championship di Brasil.

Emak-nya Jevon itu yang biasa telepon saya, kalau mau pertandingan, selalu mengajak berdoa bersama. Makanya saya juga merasa, …. Pas Jevon ikut kejuaraan internasional di Malaysia 2017 lalu, Emaknya tidak bisa melihat,” ujarnya.

Doa dan dukungan keluarga inilah agaknya, yang terus membuat Jevon berprestasi hingga mengharumkan nama bangsa di kejuaraan internasional.(den/rst)

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Jumat, 22 Oktober 2021
35o
Kurs