Selasa, 7 Desember 2021

Alfian Ukir Prestasi Juara Dunia Panjat Tebing di China

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Alfian M Fadjri Atlet Panjat Tebing Indonesia menyabet gelar juara dunia setelah menjadi yang terbaik pada nomor men's speed world record pada International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup di Chongqing, China, Jumat (26/4/2019). Foto: Antara

Alfian M Fadjri Atlet Panjat Tebing Indonesia menyabet gelar juara dunia setelah menjadi yang terbaik pada nomor men’s speed world record pada International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup di Chongqing, China, Jumat (26/4/2019).

Data yang dihimpun dan dilansir Antara dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di Jakarta, Sabtu (27/4/2019), atlet asal Solo itu mampu mengalahkan lawannya Kostiantyn Pavlenko dari Ukraina di babak final dengan catatan waktu 5,961 detik, sedangkan Pavlenko 6,310 detik.

Bagi Alfian ini adalah medali pertamanya di IFSC world cup dan langsung meraih gelar juara dunia. Sebelumnya, Alfian meraih medali emas di Asian Championship di Kurayoshi, Jepang pada November 2018 lalu.

“Saya terima kasih kepada semua yang telah mendukung. Syukur alhamdulillah kepada Tuhan yang Maha Esa, saya bisa maksimal,” kata Alfian dalam keterangan resminya.

Menurut Alfian, kunci kemenangannya kali ini adalah perasaan yang lebih tenang dan rileks. Dia juga selalu berdoa agar diberi kelancaran selama bertanding.

“Ini awal bagus bagi timnas. Dan saya percaya pelatih punya strategi agar kita juga bisa bagus di nomor boulder dan lead,” kata Ketua Umum FPTI Faisol Riza.

Sebelumnya, Aspar Jaelolo Pemanjat Tebing Indonesia lainnya gagal melaju ke perempat final setelah ditumbangkan Pavlenko, si peraih medali perak. Di babak perdelapan final, Aspar sempat sedikit terpeleset sehingga catatan waktunya mengendur menjadi 6,286 detik. Pavlenko unggul 0,1 detik dengan catatan waktu 6,130 detik.

Sementara itu, atlet putri andalan Indonesia, Aries Susanti Rahayu, gagal melaju ke babak semi final. Aries dikalahkan Anouck Jaubert dari Prancis dengan selisih skor tipis 0,02 detik. Aries menorehkan waktu 7,429 detik sedangkan Jaubert 7,400 detik.

Atlet putri Indonesia lainnya, Nurul Iqamah, gagal di babak perdelapan final melawan Rudzinska. Nurul menorehkan catatan waktu 8,724 detik sedangkan Rudzinska 7,742 detik.

Sebelumnya pada 2018, Aries meraih gelar juara dunia pertamanya di IFSC World Cup Chongqing. Video aksinya berlaga di babak final beredar luas dan sejak saat itulah julukan spider women melekat padanya.(ant/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
25o
Kurs