Senin, 26 Oktober 2020

Upaya Tarwi Memecah Rekor Pesepeda Tertua Rute Surabaya-Jakarta

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Tarwi pesepeda. Foto: Humas Unesa

Tarwi mantan atlet dan pelatih sepeda Indonesia yang berusia 79 tahun berupaya mencatatkan rekor pesepeda tertua rute Surabaya-Jakarta dengan jarak tempuh 1.100 kilometer dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Upaya pemecahan rekor bertajuk Tour de Java yang diperkirakan memakan waktu selama seminggu itu diharapkan dapat menjadi bagian dari Perayaan Hari Olahraga Nasional yang dirayakan setiap 9 September.

Ada makna filosofis pemecahan rekor bersepeda rute Surabaya-Jakarta di usia ke-79 bagi Tarwi. Dia ingin menginspirasi generasi muda untuk terus selalu bersemangat untuk meraih prestasi nasional maupun internasional.

“Tujuan kami bersepeda adalah menggugah generasi muda sehingga nantinya mereka bisa menorehkan prestasi setinggi-tingginya di tingkat dunia,” kata Tarwi ketika menyampaikan sambutan sebelum pemberangkatan.

Tarwi telah menjadi atlet sepeda sejak 1962 sampai 1989. Dia telah berhasil meraih berbagai penghargaan, salah satunya peraih emas di Games of The New Emerging Forces (Ganefo) yang diinisiasi Soekarno Presiden RI pertama.

Pria asal Lamongan ini juga berkiprah sebagai pelatih nasional maupun internasional yang telah mencetak banyak atlet berprestasi. Dalam prosesnya, Universitas Negeri Surabaya mendukung pemecahan rekor ini.

Pemberangkatan Tour de Java digelar Kamis (17/9/2020) yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-79 Tarwi. Pemberangkatan itu digelar di depan Gedung Rektorat Unesa dihadiri perwakilan Unesa dan KONI.

Prof. Dr. Nurhasan Rektor Unesa menghadiri pemberangkatan ini. Juga Dr. Setiyo Hartoto, Dekan Fakultas Ilmu Olahraga, perwakilan KONI, Mitra Pendukung dan perwakilan komunitas sepeda Surabaya.

“Kami senang dan bangga bisa membantu kegiatan ini. Ini sebuah keteladanan tentang usaha menjaga kesehatan di usia berapa pun,” kata Nurhasan Rektor Unesa.

Dalam sambutannya, dia juga mengutarakan komitmen unesa mendukung Menteri Pemuda dan Olahraga mengenai pentingnya peranan Sport Science dalam pengembangan dan kemajuan olahraga di Indonesia.

“Laboratorium sport science Unesa terus coba kami kembangkan, harapannya ini bisa mendukung pencapaian prestasi anak bangsa,” tegasnya.

Sebelum pemberangkatan ini, Unesa memberi kesempatan kepada Tarwi untuk mengecek kesiapan fisiknya di Sport Science Fitness Center (SSFC). Kondisi tubuh Tarwi dinyatakan siap untuk pemecahan rekor itu.

Hijrin Fithroni, Wakil Ketua Panitia mengatakan, panitia sudah melakukan observasi, persiapan, dan merancang rute perjalanan yang aman dan sesuai protokol kesehatan. Tarwi berangkat dikawal oleh tim khusus.

“Kami (Tim Unesa) siap mengawal hingga perbatasan Surabaya-Gresik dengan mempersiapkan alat bantu pernafasan, P3K dan gelang pendeteksi detak jantung”, terangnya.(den/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2020
29o
Kurs