Jumat, 25 Juni 2021

Format Euro 2020: Gempita Dunia di Masa Pandemi Corona

Laporan oleh Chusnul Mubasyirin
Bagikan
Maskot Skillzy dan Piala di depan Colosseum selama Euro 2020 di Roma Italia. Foto: Getty Images

Piala Eropa atau Euro, tetap menjadi kompetisi sepakbola internasional paling bergengsi di Benua Biru. Euro 2020 merupakan edisi ke-16 turnamen, yang seharusnya digelar musim panas tahun lalu tapi batal, karena pandemi Covid-19.

Event ini, tetap memakai nama Euro 2020 bukan 2021, untuk menandai peringatan ulang tahun ke-60 kompetisi Piala Eropa. Sebagai bentuk perayaan momen spesial, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Euro 2020 digelar di 11 kota, dalam 11 negara berbeda.

Euro 2020 digelar mulai 11 Juni sampai 11 Juli 2021. Tercatat 24 negara yang tergabung dalam 6 Grup, akan saling bersaing memperebutkan gelar juara.

Dalam Euro 2020 kali ini, ada banyak aturan baru yang diterapkan. Trofi resmi Piala Eropa, misalnya, negara pemenang nantinya akan membawa pulang trofi replika. Sedangkan Trofi Henri Delaunay, yang merupakan trofi asli Euro, tetap disimpan UEFA. Para pemain dan staf akan menerima 40 medali emas.

Aturan lainnya, pertandingan Euro digelar di beberapa kota. Italia menjadi satu diantara negara tuan rumah, yang akan membuka turnamen dengan menghadapi Turki di Stadio Olimpico-Roma.

Selain menjadi alasan pembeda Euro kali ini dengan sebelumnya, digelarnya Euro di lokasi berbeda juga karena membawa semangat berbeda.

Euforia Euro 2020 seperti itu, kata Ahmad Hadian Lukita Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), operator kompetisi sepakbola Indonesia, juga bisa diterapkan di tanah air.

“Kalau di Eropa, secara geografis kan lebih mudah. Mau naik kereta api atau bus, jalurnya sudah highway semua. Jarak antar kota juga mungkin sama dengan Indonesia. Kalau digelar di Pulau Jawa, aksesnya juga cukup mudah, untuk menerapkan format liga,” katanya.

“Sangat mungkin diterapkan di Indonesia,” kata pria yang menjagokan Timnas Italia itu, “Format Euro kali ini juga bisa dipraktekkan pada Piala Dunia di Indonesia 2 tahun mendatang.”

“Pada Piala Dunia U-20 Tahun 2023, formatnya hampir sama. Digelar di 6 kota, diantaranya di Jakabaring, Jakarta, Bandung, Solo sampai Surabaya, akan mengalami perindahan tempat diantara tim peserta,” lanjutnya.

Euforia Euro 2020, menurut Hadian Lukita, bisa menjadi semangat tersendiri buat masyarakat Indonesia, untuk menyambut kompetisi dalam negeri yang rencananya digelar pada Juli nanti.

“Saya dapat data, Indonesia itu penggemar Piala Dunia urutan keempat penontonnya. Fans Indonesia dan Eropa hampir mirip. Geliatnya sama, dan kita semua pasti berusaha menonton. Akan tetap seru,” cetusnya.

Turki melawan Italia, menjadi laga pembuka Euro 2020 yang dilakukan di Stadion Olimpico Roma. Fase penyisihan grup akan selesai pada 24 Juni, dengan total terdapat 36 pertandingan. Gelaran Euro 2020 di 11 kota dan 11 stadion megah, sekaligus menandai 60 tahun gelaran Euro.

Semua pertandingan digelar dengan disiplin protokol kesehatan ketat. Suporter atau pendukung diizinkan menonton langsung ke Stadion, tetapi hanya 20-50 persen dari kapasitas maksimal venue. (ayu/cus/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Jumat, 25 Juni 2021
30o
Kurs