Rabu, 20 Oktober 2021

KONI Pusat Dorong Fasilitas Akomodasi PON Papua Lebih Maksimal

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Mayjen TNI (Purn) Suwarno Wakil Ketua Umum KONI pusat. Foto: Antara

Beberapa pertandingan di gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah mulai berjalan, kendati upacara pembukaannya masih akan diadakan pada 2 Oktober 2021 mendatang.

Kata Mayjen TNI (Purn) Suwarno Wakil Ketua Umum KONI pusat, pertandingan yang sudah digelar di antaranya cabang olahraga sofbol, baseball, polo air, kriket, terbang layang, dan futsal.

Kendati sudah ada beberapa pertandingan yang digelar, menurut Suwarno, ada beberapa kondisi terkait fasilitas akomodasi untuk atlet dan ofisial serta tamu yang perlu dimaksimalkan.

Misalnya fasilitas penginapan non hotel yang kemudian dialihkan ke wisma dan asrama, yang terkendala pada daya listrik dan ketersediaan air.

“Akomodasi sudah direnovasi dari wisma, asrama milik Universitas Cendrawasih, wisma perkebunan, asrama militer, rusun. Secara bangunan sudah oke karena standarnya hotel bintang tiga maka tinggal ditambah AC, water heater, dipasang TV tetapi belum selaras dengan penyiapan tambahan daya listrik. Kadang air dengan listrik, kalau pompa mesinnya tidak bagus atau terganggu karena listrik kan gak bisa mengalir,” kata Suwarno dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, Sabtu (25/9/2021).

Lalu dalam kendala transportasi, meskipun sudah mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan sebanyak 428 kendaraan, namun jumlah itu hanya cukup untuk atlet dan ofisial. Sedangkan untuk panitia dan anggota KONI baik pusat maupun daerah, kata Suwarno, tidak mencukupi.

Sedangkan dari segi telekomunikasi, meskipun sudah dipasang penguat sinyal, namun karena Papua secara geografis wilayahnya berbukit tentu mengalami keterbatasan.

Sementara untuk konsumsi, Suwarno bilang, sudah diserahkan PB PON kepada empat klaster penyelenggara PON Papua yaitu di Kota dan Kabupaten Jayapura, Merauke, dan Timika.

Suwarno mengakui kondisi di Papua tidak sesederhana dan seperti di penyelenggaraan PON sebelum-sebelumnya. Salah satu yang membuat ini menjadi tidak sederhana yaitu di beberapa daerah terkendala blank spot, sehingga pihaknya tidak bisa memberi petunjuk secara umum.

“Koordinasi dan komunikasi kan kunci, di Papua ini tidak sederhana. Selain telepon ada kendala kadang terjadi blank spot, diskusi lebih teknis tidak bisa diberi petunjuk secara global. Jadi kita harus menyelami kondisi lokal sehingga kita yang lebih banyak menyampaikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta semua pihak agar dapat bersama-sama mencari solusi terbaik. “Kami berharap semua yang ada jadi bagian dari solusi,” katanya.(dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
28o
Kurs