Senin, 6 Desember 2021

Pengamat: WSBK Race 1 Bukan Ditunda Tapi Batal, Toprak Bisa Gantikan Rea Jadi Juara Dunia Tanpa Balapan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Race pertama World Super Bike di Mandalika harus dihentikan karena cuaca buruk, Sabtu (20/11/2021). Foto: Ilham Suarasurabaya.net

Bambang Haribowo Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jatim yang juga merupakan pengamat balap motor berpendapat, Race 1 World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika Sabtu (20/11/2021) itu dibatalkan, bukan ditunda.

Hal itu berpengaruh pada jumlah poin yang diperebutkan pebalap dan ada kemungkinan, hal itu akan membuat Toprak Razgatlioglu pebalap Turki menjadi juara dunia WSBK menggantikan Jonathan Rea tanpa harus balapan di Race 2.

“Kalau kayak tadi, saya kira, itu racenya dibatalkan. Bukan ditunda. Karena ada dua race,” kata Bambang ketika mengudara di Radio Suara Surabaya Sabtu malam.

Dia menjelaskan, balapan WSBK ini memang digelar dua kali. Berbeda dengan Moto GP yang digelar hanya sekali. Perhitungan poinnya pun dilakukan dengan akumulasi dua kali balapan atau race yang digelar.

“WSBK ini race-nya dua kali. Sabtu race 1, Minggu race 2. Moto GP hanya sekali race. Hari Minggu aja. Nah di WSBK, dua race itu poinnya dihitung semua. Perolehan poin di race pertama dan kedua ini dihitung untuk menentukan juara dunia,” ujarnya.

Adapun perolehan poin untuk dua race di WSBK, kata Bambang, totalnya sebanyak 50 poin. Artinya, masing-masing race, setiap pembalap bisa mengumpulkan sebanyak 25 poin.

Sementara, selisih poin yang terjadi antara Toprak dengan Rea saat ini adalah 30 poin. Rea perlu mengejar poin untuk tetap mempertahankan gelar juara dunia yang dia sandang dalam beberapa kali WSBK.

Melihat situasi yang terjadi Sabtu sore tadi di sirkuit Mandalika, NTB, Bambang menilai bahwa pertandingan Race 1 WSBK itu bukan ditunda besok, melainkan dibatalkan.

Artinya, balapan yang direncanakan besok siang pukul 11.00 waktu setempat itu sudah terhitung Race 2. Dengan demikian, hanya ada 25 poin yang bisa didapat oleh masing-masing pebalap di Mandalika.

“Jadi kalau tunda itu diberi waktu. Misalnya race berjalan jam tiga siang. Ada hujan deras, kemudian ditunda beberapa jam. Kalau tidak bisa dilanjutkan, akhirnya dibatalkan,” katanya.

“Ini sangat disayangkan, karena ada perebutan poin antara Toprak dengan Rea. Mereka ini selisih 30 poin. Kalau dua race ini jalan, harusnya ada tambahan 50 poin. Kalau batal satu race, akhirnya cuma 25 poin. Artinya, Toprak bisa juara dunia tanpa balapan. Dia tidur aja malam ini, besok enggak ikut lomba sudah bisa juara dunia,” selorohnya.

Bambang pun menyampaikan teknis penentuan penundaan atau pembatalan balapan. Keputusan itu ada di tingan seorang Race Director dan juri dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

“Jadi saat race berjalan dan hujan, kalau menurut Race Director bisa dilanjutkan akan tetap dilanjutkan dengan tata cara berbeda dengan saat tidak hujan. Kalau tidak bisa dilanjutkan, Race Director yang menentukan apakah ditunda atau dibatalkan,” katanya.

Sore tadi, ketika para pembalap sudah siap untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka, hujan lebat mengguyur sirkuit hingga sebagian ruasnya tergenang air. Genangan ini juga sempat terjadi di lokasi paddock para pembalap.

“Kejadian tadi di Mandalika itu memang hujannya sangat lebat dan sirkuit banjir. Itu pun savety car berkeliling terus untuk memantau apakah air masih menggenang atau tidak. Jadi ada penundaan waktu oleh Race Director dan savety car berkeliling sampai waktu yang ditentukan. Sekitar satu atau dua jam. Sampai batas waktu itu, kalau race director menyatakan tidak bisa dilanjutkan, berarti race harus dibatalkan,” ujar Bambang.

Keputusan Race Director itu tidak diambil sendiri. Dia harus berembug bersama tiga orang juri dari FIM. Pada dasarnya, kata Bambang, baik Race Director maupun Juri FIM pada prinsipnya mengutamakan keselamatan (savety).

“Alasannya memang savety yang pertama. Kunci utamanya keselamatan. Kalau dianggap berbahaya, balapan akan tidak dilanjutkan. Juri FIM tiga orang ini yang berembug dengan Race Director untuk menentukan layak tidaknya sirkuit dipakai balapan,” ujarnya.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
25o
Kurs