Senin, 30 Januari 2023

Qatar Bebaskan Penonton Piala Dunia 2022 Tanpa Tes Covid-19

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Seorang wanita berjalan di depan baliho besar logo Piala Dunia FIFA 2022 di West Bay Doha, Qatar. Foto: AFP

Qatar akan menghentikan tes Covid-19 sebagai syarat kedatangan ke negara itu menjelang Piala Dunia 2022. Kementerian kesehatan setempat mengumumkan hal tesebut pada Rabu (26/10/2022) kemarin.

Pelonggaran terbaru dalam langkah-langkah anti-Covid ini akan berlaku mulai 1 November 2022, atau 19 hari sebelum kick off Piala Dunia 2022 pertama di wilayah Arab pada 20 November 2022 mendatang.

“Pengunjung tidak lagi diharuskan menunjukkan hasil PCR negatif Covid-19 atau Rapid Antigen Test sebelum melakukan perjalanan ke Qatar,” demikian bunyi pernyataan tersebut dikutip Antara dari AFP, Kamis (27/10/2022).

Warga dan penduduk Qatar juga tidak perlu lagi melakukan PCR atau tes antigen cepat dalam waktu 24 jam setelah kembali dari luar negeri.

Nantinya, para penonton, pemain, ofisial, staf, dan media yang datang dalam pesta sepak bola akbar tersebut akan jadi arus pengunjung terbesar yang pernah terjadi di Qatar, dan akan merubah suasana di negara itu. Hal ini karena salah satu negara penghasil migas terbesar itu memiliki populasi hanya 2,9 juta orang.

Selain itu, turnamen sepak bola dunia sepanjang 29 hari itu akan menjadi agenda olahraga global dengan dihadiri penggemar dalam skala besar pertama sejak pandemi Covid-19 merebak pada Desember 2019.

Olimpiade Tokyo 2020 yang tertunda tahun lalu sebagian besar berlangsung secara tertutup, demikian dengan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 yang digelar secara sistem bubble (terbatas).

Panitia Piala Dunia Qatar dan organisasi sepak bola dunia FIFA, mengatakan bahwa mereka ingin perhelatan itu menjadi tanda bahwa dunia berhasil mengatasi pandemi.

Namun demikian kementerian kesehatan setempat telah memperingatkan, bahwa tindakan khusus akan diberlakukan jika situasi pandemi memburuk di negara itu. Contohnya, semisal munculnya varian Covid-19 baru yang lebih mengancam. (ant/bil/rst)

Berita Terkait