Minggu, 11 Oktober 2026

Alex Rins Mengaku Terima Ancaman Pembunuhan Usai Insiden dengan Marshal di MotoGP Mandalika

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Alex Rins merupakan pembalap asal Spanyol yang memperkuat tim Monster Energy Yamaha sejak 2024. Foto: Crash

Alex Rins pembalap Yamaha mengaku menerima ancaman kekerasan hingga pembunuhan dari sejumlah penggemar setelah terlibat perselisihan dengan marshal dalam rangkaian MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) setelah sesi latihan. Rins terekam kamera terlibat adu argumen dengan sejumlah marshal setelah mengalami kecelakaan.

Dilansir dari laman Crash, Rins kemudian memberikan penjelasan pada Sabtu (10/10/2026) seusai sprint race.

Ia mengatakan, perselisihan bermula ketika seorang marshal memintanya naik ke skuter. Rins mengira dirinya akan diantar kembali ke paddock, tetapi kemudian mengetahui bahwa bukan itu tujuan petugas tersebut.

Dalam situasi tersebut, Rins kedapatan mengacungkan jari tengah kepada marshal. Gestur itu menuai kritik dari penggemar. Pebalap asal Spanyol tersebut mengakui tindakannya tidak pantas dan menyampaikan permintaan maaf.

Rins juga mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan steward setelah kejadian. Menurut penuturannya, para steward justru mengaku terkejut setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Pada Sabtu sore, Rins kembali memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia menjelaskan kronologi insiden sekaligus menanggapi ancaman yang diterimanya setelah video perselisihan tersebut beredar.

“Saya ingin mengklarifikasi apa yang terjadi kemarin setelah kecelakaan saya,” tulis Rins.

Ia menjelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman dengan seorang marshal ketika dirinya berusaha kembali ke garasi tim.

“Itu adalah momen yang penuh tekanan, dan saya bereaksi dengan cara yang seharusnya tidak saya lakukan,” ujarnya.

Rins mengakui gestur yang ditunjukkannya tidak dapat dibenarkan, terlebih karena para pebalap menjadi panutan bagi penggemar muda.

“Saya meminta maaf atas gestur saya. Itu tidak benar, terutama karena saya tahu ada penggemar muda yang menyaksikan kami. Saya sangat menghormati para marshal dan pekerjaan yang mereka lakukan,” tulisnya.

Meski telah meminta maaf, Rins menyatakan dirinya juga menerima komentar serius yang berisi ancaman kekerasan dan pembunuhan.

“Saya juga menerima sejumlah komentar yang sangat serius, termasuk ancaman kematian dan kekerasan,” katanya.

Rins mengakui bahwa tindakannya dapat membuat orang lain kecewa atau marah. Namun, menurut dia, ancaman dan pelecehan tidak dapat dibenarkan sebagai respons terhadap kesalahan tersebut.

“Saya memahami mengapa orang-orang kesal dengan reaksi saya, tetapi ancaman dan pelecehan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang dapat diterima,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan dan dirinya bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan.

“Kita semua bisa melakukan kesalahan, dan saya bertanggung jawab atas kesalahan saya,” ujarnya. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 11 Oktober 2026
30o
Kurs