Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah pasangan ganda campuran Indonesia berhasil menembus final bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah menumbangkan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping pasangan nomor satu China.
Amri/Nita menang dua gim langsung 21-12, 21-14 pada semifinal yang berlangsung di Ichinomiya, Jepang, Senin (28/9/2026).
Kemenangan tersebut terasa istimewa. Sebab Feng/Huang merupakan pasangan yang mengalahkan Amri/Nita pada semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026, sekitar satu bulan sebelumnya. Saat itu, Amri/Nita harus puas dengan medali perunggu setelah kalah melalui pertandingan ketat tiga gim.
Amri mengatakan, tekanan pertandingan sebenarnya cukup besar sejak awal. Namun, ia melihat pasangan China justru tidak mampu tampil stabil sehingga Amri/Nita dapat memanfaatkan momentum tersebut.
“Bersyukur alhamdulillah bisa selesai pertandingan tanpa cedera dan bisa memenangkan pertandingan di semifinal ini dan masuk ke final. Pertandingan tadi dari awal cukup pressure-nya lumayan gede buat saya. Tapi ternyata saya melihat lawan kondisinya sedikit lebih goyang daripada kami,” kata Amri.
Menurut Amri, keunggulan mereka terlihat dari daya juang sepanjang pertandingan. Ia dan Nita berusaha menjaga agresivitas sekaligus memanfaatkan keraguan yang muncul dalam permainan Feng/Huang.
“Dari kami di lapangan merasa sedikit lebih unggul dari sisi daya juang, dari fight-nya,” ujarnya.
Tiket final menjadi pencapaian penting bagi Amri/Nita setelah menjalani persiapan intensif selama sekitar satu bulan khusus untuk Asian Games. Amri mengakui bahwa keberhasilan melaju ke final membuatnya lega.
“Cukup lega karena di event ini kan empat tahun sekali dan kami bisa masuk ke final itu sangat luar biasa,” tuturnya.
Pengalaman di Kejuaraan Dunia juga menjadi modal penting bagi pasangan tersebut. Kekalahan dari Feng/Huang di semifinal turnamen dunia menjadi bahan evaluasi yang kemudian mereka bawa ke Asian Games.
Setelah Kejuaraan Dunia, Amri/Nita berada dalam pendampingan penuh pelatih Nova Widianto. Amri menyebut proses latihan tersebut membantu mereka memperbaiki sejumlah aspek permainan sekaligus membangun mental bertanding.
“Alhamdulillah pulang dari Kejuaraan Dunia sudah dipegang penuh Coach Nova (Widianto) dan sangat membantu buat kami karena cukup kompleks dari latihannya. Dia juga terus memotivasi kami, mengajarkan mentalitas dan selalu berpesan tujuan kami di bulutangkis itu apa,” katanya.
Bagi Nita, keberhasilan mencapai final Asian Games menjadi momen emosional. Ia mengaku sudah cukup lama tidak merasakan atmosfer partai puncak, sementara perjalanan bersama Amri sepanjang tahun ini tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Nita bahkan menangis saat menyampaikan perasaannya setelah pertandingan.
“Sudah lama banget tidak masuk final dan juga ya sampai berada di titik ini tidak mudah buat kami berdua. Dengan naik turunnya, sempat awal tahun hasilnya jauh banget dari apa yang kami harapkan,” ujar Nita.
Kini, Amri/Nita tinggal selangkah lagi untuk meraih medali emas Asian Games 2026. Mereka akan menghadapi pasangan China, Jiang Zhenbang/Wei Yaxin di final.
Jiang/Wei memastikan tiket final setelah mengalahkan unggulan keempat asal Chinese Taipei, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, dengan skor 21-13, 21-9. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

