Sabtu, 3 Oktober 2026

Animo Padel di Surabaya Belum Surut, Komunitas Dorong Anggota Terus Berkembang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi seseorang yang sedang bermain padel. Foto: Pixabay

Hype olahraga padel di Surabaya dinilai masih tinggi. Hal itu terlihat dari pertumbuhan komunitas serta semakin banyaknya kegiatan dan turnamen yang digelar untuk mewadahi para anggota.

Erick Sunur petinggi salah satu tempat padel di Surabaya Barat mengatakan, antusiasme terhadap olahraga padel masih terasa hingga kini. Sejumlah komunitas juga mulai menggelar berbagai kegiatan, mulai dari main bareng atau mabar, hingga menggelar turnamen.

Menurut Erick, kegiatan yang digelar komunitas cenderung mengutamakan kualitas permainan. Jumlah peserta dibatasi agar pertandingan dapat berlangsung lebih efisien dan pemain tidak terlalu lama menunggu giliran.

“Komunitas yang mengadakan turnamen lumayan ramai karena waktunya lebih efisien. Lalu penataannya juga lebih bagus. Peserta juga kan mungkin dibatasi. Jadi enggak terlalu nunggu terlalu lama,” ujarnya.

Turnamen yang diadakan oleh komunitas, menurut Erick, bisa menyedot animo hingga ratusan peserta. Bagi Erick, kegiatan semacam itu penting untuk menjaga animo masyarakat terhadap padel.

“Harapannya supaya terus ya diadakan. Ya, ini kan turnamen mini. Supaya animo padel selalu ada,” katanya pada Sabtu (3/10/2026).

Erick menilai perkembangan padel di Surabaya masih cukup kuat. Ia melihat munculnya komunitas-komunitas baru menjadi salah satu indikator bahwa minat masyarakat terhadap olahraga tersebut belum surut.

“Hype-nya padel masih bagus. Terutama di Surabaya Barat ya. Masih hidup sih,” ujarnya.

Pertumbuhan tersebut juga terlihat dari upaya pengelola venue dalam membuka akses bagi pemain pemula. Erick mengatakan pihaknya menyediakan program coaching dengan harga yang lebih terjangkau agar olahraga padel dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dari sisi komunitas, perkembangan padel juga terlihat dari semakin banyaknya anggota dan aktivitas rutin. Danang Fiantara founder Weekend Padel Club mengatakan, komunitas yangtersebut terbentuk pada 2025 dan kini telah memiliki sekitar 1.500 anggota yang terdata.

“Kalau member kita di rekognisi ada sekitar 1.500. Kalau di WA Group itu ada sekitar 140-an. Mostly di Surabaya Barat,” kata Tara, sapaan akrabnya.

Komunitas tersebut juga rutin menggelar kegiatan bermain bersama atau mabar pada akhir pekan. Kegiatan itu menjadi bagian dari cara komunitas menjaga interaksi sekaligus memberi ruang bagi pemain dengan berbagai tingkat kemampuan.

Selain bermain rutin, komunitasnya mulai konsisten menggelar mini event dan turnamen. Menurutnya, kegiatan itu tidak semata-mata ditujukan untuk kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada anggota.

“Kalau untuk teman-teman yang join itu pasti nyari experience padelnya dulu. Itu yang cari pertama,” katanya.

Pihaknya juga berupaya menerima pemain dari berbagai level permainan dan latar belakang. Dengan demikian, pemain pemula tetap memiliki ruang untuk beradaptasi dan meningkatkan kemampuan tanpa harus langsung menghadapi atmosfer kompetisi yang terlalu ketat.

“Jangan sampai kita sama teman-teman ini enggak welcome. Mainnya terlalu kompetitif sampai mereka enggak bisa improve. Tapi juga lihat di sela-selanya itu ada bonus berupa relasi,” ujarnya. (saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 3 Oktober 2026
29o
Kurs