Rabu, 23 September 2026

Asian Games 2026: Tim Putri Indonesia Tertinggal 0-2 dari China

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Putri Kusuma Wardani pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, kalah dari Wang Zhi Yi asal China dengan skor 15-21, 20-22 dalam semifinal Asian Games 2026 di Ichinomiya, Rabu (23/9/2026). Foto: PBSI

Tim putri Indonesia tertinggal keunggulan China dengan skor 0-2 pada semifinal Asian Games 2026 di Ichinomiya, Rabu (23/9/2026).

Putri Kusuma Wardani yang turun di nomor tunggal putri, kalah dari Wang Zhi Yi dua set langsung dengan skor 15-21, 20-22.

Putri sebenarnya sempat unggul 18-14 pada gim kedua. Namun, Wang Zhi Yi mampu mempercepat permainan dan meningkatkan tekanan melalui serangan-serangannya hingga membalikkan keadaan.

“Ketika saya unggul 18-14 di gim kedua, dia mempercepat permainan termasuk dari cara serangannya juga. Selain itu, ada beberapa kali pukulan spekulasi yang kurang bisa diantisipasi,” kata Putri usai pertandingan.

Putri mengaku cukup puas dengan penampilannya meski gagal membuka keunggulan untuk Indonesia. Ia juga bersyukur pertandingan tersebut dapat diselesaikan tanpa mengalami cedera.

“Tetap bersyukur tidak ada cedera apapun dan saya mau meminta maaf untuk tim karena belum bisa menyumbang poin pertama,” ujarnya.

Pada pertandingan kedua, pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga belum mampu mengamankan poin untuk Indonesia. Mereka kalah dari pasangan China Liu Sheng Shu/Tan Ning dengan skor 15-21, 18-21.

Rachel mengakui mereka melakukan sejumlah kesalahan sendiri sejak awal pertandingan. Setelah mampu bermain lebih tenang dan mengontrol permainan, pasangan Indonesia sempat merebut sejumlah poin, tetapi kembali kehilangan momentum karena terburu-buru di fase akhir.

“Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun. Tadi dari start awal kami banyak mati sendiri, banyak terburu-buru. Beberapa momen kami bisa banyak ambil poin karena bisa main lebih tenang, lebih kontrol tapi di akhir-akhir kembali terburu-buru,” ujar Rachel.

Febi menambahkan, mereka sempat kesulitan mengikuti tempo permainan Liu/Tan yang cepat.

Perubahan strategi dengan memperlambat tempo dan membuat lawan bergerak lebih banyak sempat efektif, tetapi konsistensi itu belum terjaga hingga akhir.

“Di awal kami terlalu terbawa pola permainan mereka yang bermain cepat. Setelah itu, kami coba memperlambat tempo, mainnya satu-satu, banyak membuat mereka lari dan cukup berhasil. Sayang memang di terakhir kami terburu-buru,” kata Febi. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 23 September 2026
32o
Kurs