Perlindungan bagi atlet Jawa Timur kini semakin diperkuat. KONI Jawa Timur menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para atlet, khususnya mereka yang tergabung dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).
Muhammad Nabil Ketua KONI Jatim mengatakan bahwa program ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi atlet selama mengikuti latihan maupun bertanding.
“Tentu tujuan utamanya adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi atlet ketika mereka masuk program kami. Kita sudah menggaransi keselamatan dan kesehatan mereka,” ujar Nabil dalam keterangan resminya pada Senin (16/3/2026).
Nabil menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi atlet, mengingat risiko cedera yang tinggi akibat latihan intensif maupun kompetisi. “Program ini juga membantu efisiensi anggaran karena iurannya relatif terjangkau,” tambahnya.
Data sepanjang 2025 menunjukkan bahwa puluhan atlet Jawa Timur yang mengalami cedera telah menerima penanganan medis sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Banyak atlet yang sudah merasakan manfaat BPJS dan penanganan dari rumah sakit. Itu benar-benar dirasakan oleh teman-teman atlet,” ungkap Nabil.
Saat ini, perlindungan baru diberikan kepada atlet Puslatda. Namun, KONI Jatim tengah mengusulkan agar jaminan sosial ini diperluas bagi atlet non-Puslatda. Sosialisasi akan dilakukan kepada pengurus provinsi cabang olahraga dan orang tua atlet.
“Termasuk nanti saya berharap ada sosialisasi kepada para orang tua atlet untuk meyakinkan bahwa anaknya terjamin dari sisi penanganan kesehatannya,” kata Nabil. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
