Balapan Formula One (F1) yang dijadwalkan terlaksana di Bahrain dan Arab Saudi pada April 2026, kemungkinan akan dibatalkan imbas eskalasi konflik di Timur Tengah.
Beberapa sumber mengatakan bahwa keputusan tersebut diperkirakan akan dikonfirmasi secara resmi pada Senin (16/3/2026).
Sky Sports yang memiliki hak siar di Inggris, tempat markas sebelas tim F1 berada, memahami bahwa balapan akan dibatalkan.
Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang terus berlanjut kepada Iran menjadi alasan utama. Sementara Iran juga mengirimkan drone serta rudal ke beberapa pangkalan militer AS di negar Timur Tengah, termasuk Manama, Bahrain, tempat sebagian besar anggota tim akan menetap.
Melansir Reuters, salah satu sumber juga menyebutkan bahwa kedua balapan di Timur Tengah yang kemungkinan besar akan dibatalkan tidak akan melakukan penjadwalan ulang.
Hal tersebut menjadikan April bulan yang kosong tanpa adanya jadwal balapan untuk seri tersebut dan kejuaraan dikurangi menjadi hanya 22 putaran.
Balapan di Bahrain dijadwalkan pada 12 April 2026, sementara balapan di Arab Saudi akan diselenggarakan di Jeddah pada 19 April.
“Saya rasa kami mengikuti arahan FIA dan Formula One, seperti yang selalu kami lakukan. Mereka selalu membimbing kami ke arah yang benar,” ucap Jonathan Wheatley kepala tim Audi.
Formula One dan Federasi Otomotif Internasional (FIA) sebagai pengatur kompetisi Grand Prix belum menerbitkan komentar terkait hal tersebut. (vve/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
