Rabu, 7 Oktober 2026

Cristiano Ronaldo Tegaskan Belum Pensiun dari Timnas Portugal, Ungkap Konflik dengan Jorge Jesus

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Cristiano Ronaldo (kiri) dan Jorge Jesus berbincang dalam sesi latihan tim nasional Portugal. Foto: EPA

Cristiano Ronaldo menegaskan dirinya masih bersedia memperkuat tim nasional Portugal jika kembali dipanggil setelah perselisihannya dengan Jorge Jesus pelatih. Ronaldo juga meminta maaf karena meninggalkan pemusatan latihan Portugal dalam jeda internasional terakhir.

Ronaldo menyampaikan hal tersebut melalui surat lima halaman yang dilihat ESPN dan kemudian diunggah melalui akun media sosialnya pada Selasa (6/10/2026).

Pemain berusia 41 tahun itu meninggalkan kamp Timnas Portugal setelah hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan saat Portugal menang 2-1 atas Norwegia dalam UEFA Nations League pada 27 September.

Ronaldo mengatakan, keputusannya meninggalkan tim dipicu oleh tindakan Jesus yang dinilainya telah mengingkari kesepakatan mereka.

Meski demikian, Ronaldo memastikan perselisihan tersebut tidak membuatnya menutup peluang untuk kembali memperkuat Portugal.

“Jika saya secara fisik fit, bermain untuk klub saya, mencetak gol, saya berharap setelah menjalani hukuman apa pun yang dijatuhkan kepada saya, saya akan tetap tersedia, seperti yang selalu saya lakukan hingga hari ini, untuk berkompetisi dan menang bersama tim nasional kami,” kata Ronaldo.

Ronaldo tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Portugal dengan 146 gol dari 234 penampilan.

Ia menjelaskan, persoalan dengan Jesus bukan semata karena dirinya tidak dimainkan melawan Norwegia. Menurut Ronaldo, masalah utamanya adalah Jesus telah mengingkari kesepakatan yang sebelumnya dibuat.

Ronaldo mengatakan Jesus sebelumnya meminta dirinya bersiap untuk bermain selama 30 menit melawan Norwegia, meski berdasarkan rencana pemulihan fisik yang telah disepakati, ia baru dijadwalkan tampil pada 4 Oktober melawan Denmark di Estadio do Dragao.

“Yang sangat mengejutkan saya, pelatih bertanya apakah saya siap bermain selama 30 menit melawan Norwegia,” ujar Ronaldo.

“Saya sepenuhnya fokus pada pemulihan fisik, berlatih bersama rekan-rekan setim seperti biasa, dan berpikir bahwa saya tidak akan bermain pada hari itu. Saya tidak masalah dengan hal tersebut.”

“Permintaan ini berada di luar rencana pemulihan dan latihan fisik saya karena saya seharusnya baru bermain pada 4 Oktober di Dragao. Namun, tentu saja saya mengatakan iya. Dia mengatakan kepada saya untuk bersiap karena saya akan bermain selama 30 menit.”

Ronaldo kemudian mengatakan dirinya melakukan pemanasan sejak babak kedua, tetapi tidak kunjung dimainkan.

“Semua orang tahu apa yang terjadi setelahnya. Saya melakukan pemanasan sejak babak pertama berakhir, melihat menit demi menit berlalu, tetapi saya tidak dipanggil untuk bermain.”

“Pelatih telah mengingkari janjinya kepada saya,” kata Ronaldo.

Perselisihan kembali memanas setelah pertandingan ketika Jesus memberikan keterangan kepada media pada 29 September menjelang pertandingan Portugal melawan Denmark.

Ronaldo menyebut sebelumnya telah ada rencana agar Jesus memberikan penjelasan yang dapat mengakhiri persoalan tersebut.

Namun, menurut Ronaldo, pernyataan Jesus justru menunjukkan sikap agresif yang tidak pernah ditunjukkan ketika keduanya berbicara secara pribadi.

“Konferensi pers tersebut seperti yang diketahui semua orang. Sikapnya sama sekali tidak sesuai dengan pembicaraan kami. Saya mendengar ungkapan dan sikap agresif yang menurut saya tidak pantas saya terima, sebuah sikap ‘saya mau, saya bisa, dan saya yang memerintah’ yang sama sekali tidak dia tunjukkan kepada saya, bahkan sedikit pun, ketika kami berbicara secara pribadi sehari sebelumnya,” kata Ronaldo.

Ronaldo menyebut hal tersebut sebagai kali kedua Jesus mengingkari kesepakatan mereka.

Di sisi lain, Ronaldo mengakui dirinya juga melakukan kesalahan dengan meninggalkan pemusatan latihan Portugal.

“Saya berutang permintaan maaf kepada rekan-rekan setim di tim nasional karena meninggalkan kamp latihan. Meskipun terjadi pelanggaran kepercayaan yang mutlak terhadap janji pelatih, seperti yang dapat disaksikan siapa pun yang mengetahui percakapan kami, saya seharusnya tidak melakukan hal tersebut. Tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya,” ujar Ronaldo.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat Portugal. Namun, Ronaldo mengatakan dirinya merasa kehadirannya di dalam tim setelah perselisihan tersebut justru dapat mengganggu kelompok.

“Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Portugal, tetapi sebuah janji yang diingkari bagi saya memiliki dampak yang sangat menentukan. Saya merasa sejak saat itu keberadaan saya justru hanya akan merugikan tim, dan saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan jika merasa tidak lagi berguna: saya mengemasi barang dan pergi.”

Ronaldo bahkan menilai dirinya layak mendapat hukuman lebih berat karena berstatus sebagai kapten Portugal.

“Konsekuensi dari tindakan saya harus dinilai dan dihukum oleh FPF (Federasi Sepak Bola Portugal). Hukuman tersebut seharusnya tidak memiliki keadaan yang meringankan. Saya bukan sekadar pemain biasa; saya adalah kapten tim, dan itu merupakan faktor yang memberatkan,” katanya.

Meski sempat menyebut soal hukuman dan masa depannya bersama Portugal, Ronaldo menolak anggapan bahwa dirinya akan segera menjalani pertandingan perpisahan.

Ia mengatakan masih ingin bermain dalam banyak pertandingan bersama tim nasional.

“Saya banyak mendengar pembicaraan mengenai pertandingan perpisahan, bahwa saya pantas mendapatkan perpisahan yang layak dan FPF ingin memberikan kesempatan tersebut kepada saya. Saya bisa berjanji kepada seluruh penggemar, khususnya masyarakat Portugal, bahwa kita akan memiliki satu atau lebih pertandingan perpisahan. Akan ada waktunya untuk itu,” kata Ronaldo.

“Namun, ketika memikirkan tim nasional, yang benar-benar saya pikirkan adalah berkompetisi. Itulah yang saya pikirkan pada hari ketika saya diberi tahu tentang kematian ayah saya. Saat itu saya berada di kamp latihan tim nasional dan memutuskan untuk tetap bertahan hingga pertandingan keesokan harinya selesai. Saya melakukan untuk negara saya sesuatu yang tidak akan pernah saya lakukan untuk klub mana pun.”

Portugal memenangkan seluruh empat pertandingan mereka pada jeda internasional tersebut. Mereka masih memiliki dua pertandingan berikutnya melawan Denmark dan Wales pada November, yang menjadi periode berikutnya ketika Ronaldo berpeluang dipanggil kembali.

Setelah Portugal mengalahkan Norwegia, Pedro Proenca Presiden FPF menyebut persoalan Ronaldo dan Jesus sebagai sebuah kesalahpahaman. Jesus juga mengatakan pintu Timnas Portugal tetap terbuka bagi Ronaldo. (saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 7 Oktober 2026
31o
Kurs