Senin, 5 Januari 2026

Dani Pedrosa: Regulasi MotoGP 2027 Beri Kendali Lebih ke Pembalap

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Dani Pedrosa saat ini menjadi pembalap penguji dan pengembangan untuk Red Bull KTM Factory Racing. Foto: MotoGP

Dani Pedrosa meyakini regulasi MotoGP 2027 akan membawa perubahan signifikan terhadap dinamika balapan. Ia menilai aturan baru tersebut memberi kendali lebih besar kepada pembalap, terutama pada fase awal lomba yang selama ini cenderung mudah diprediksi.

Musim 2026 akan menjadi penutup era mesin 1000cc yang telah digunakan MotoGP sejak 2012. Mulai 2027, kelas utama balap motor dunia itu akan beralih ke mesin 850cc, disertai pengurangan perangkat aerodinamika dan pelarangan sistem pengatur ketinggian motor.

Perubahan regulasi ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan sekaligus kualitas balapan. Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan aerodinamika dan sistem ketinggian motor dinilai membuat jalannya lomba semakin sulit diprediksi dari sisi aksi di lintasan.

Selain perubahan teknis pada motor, MotoGP 2027 juga akan menandai pergantian pemasok ban. Pirelli dipastikan menggantikan Michelin sebagai penyedia ban resmi kejuaraan.

Pedrosa, yang telah mencatatkan 31 kemenangan di MotoGP, mengungkapkan pandangannya setelah menjajal prototipe mesin 850cc KTM serta melakukan pengujian dengan ban Pirelli.

“Saya rasa ini penting,” kata Pedrosa kepada Motorsport, Minggu (4/1/2026).

“Aturan baru ini akan memberikan lebih banyak kendali kepada para pembalap dan membuat start menjadi kurang mudah diprediksi,” imbuh pembalap penguji KTM itu.

Ia menilai situasi saat ini membuat awal balapan cenderung monoton. “Sekarang start balapan cukup mudah ditebak. Dengan regulasi 2027, lebih banyak posisi bisa berubah. Ini membuka kembali persaingan di lintasan,” ujarnya.

Meski demikian, Pedrosa belum bisa mengungkap detail karakteristik ban Pirelli yang sedang diuji. Namun, ia menegaskan bahwa pergantian pemasok ban merupakan langkah besar bagi MotoGP.

“Mengganti pemasok ban adalah sesuatu yang sangat radikal,” kata Pedrosa. “Dampaknya akan bergantung pada seberapa besar perbedaan ban tersebut, karena perubahan ban bisa sangat memengaruhi sasis, gaya berkendara, pengereman, hingga pengaturan gas.”

Menurutnya, adaptasi menjadi tantangan utama bagi tim dan pembalap. “Kami sudah melihat catatan waktu putaran membaik, tetapi tim harus memodifikasi sasis dan pembalap perlu menyesuaikan gaya berkendara mereka,” ujarnya.

Pedrosa memiliki pengalaman langsung menghadapi transisi pemasok ban, setelah turut berlaga pada musim 2016 ketika Michelin menggantikan Bridgestone. Musim tersebut menghadirkan persaingan yang lebih terbuka, dengan sembilan pembalap berbeda meraih kemenangan serta empat pabrikan mencatatkan hasil terbaik. (saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 5 Januari 2026
28o
Kurs